Makassar – Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Thomas menyebut Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar dalam memastikan stabilitas harga pangan melalui kerja nyata di lapangan.
Apresiasi tersebut disampaikan Thomas dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera Wilayah Sulampua 2026 di Makassar, Jumat (23/10/2026). Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi tidak terlepas dari kontribusi sektor pangan, terutama upaya Kementerian Pertanian dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan komoditas strategis.
“Panglimanya adalah Pak Menteri Pertanian yang kita banggakan. Karena tanpa beliau, pengendalian inflasi itu tidak akan pernah berhasil,” kata Thomas.
Thomas menilai kerja keras Mentan Amran dalam mengawal sektor pertanian secara langsung turut dirasakan oleh Bank Indonesia. Berbagai langkah di lapangan untuk memastikan produksi dan pasokan pangan tetap terjaga menjadi bagian penting dalam mendukung stabilitas harga, terutama di tengah dinamika kebutuhan masyarakat dan tantangan distribusi pangan antarwilayah.
“Kami dari BI sungguh-sungguh merasakan kerja kerasnya Bapak di lapangan. Karena kalau tidak, inflasi itu tidak mungkin terkendali,” ungkapnya.
Menurut Thomas, pengendalian inflasi dan ketahanan pangan merupakan dua agenda yang saling berkaitan erat. Ketersediaan pangan yang memadai menjadi salah satu fondasi untuk menjaga stabilitas harga, sehingga upaya penguatan produksi dan pasokan perlu terus dilakukan secara konsisten. Dalam konteks tersebut, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi masyarakat dan ketersediaan komoditas di pasar.
Thomas juga memberikan apresiasi atas dedikasi Mentan Amran dalam menjaga stabilitas pangan dan mendukung pengendalian inflasi. Ia menilai capaian tersebut tidak hanya menjadi hasil kerja satu institusi, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai semakin penting bagi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), yang memiliki tantangan geografis dan distribusi pangan tersendiri. Penguatan koordinasi antardaerah, pemantauan ketersediaan komoditas, serta dukungan terhadap kelancaran distribusi menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dan gejolak harga dapat diantisipasi.
Dalam kesempatan tersebut, Thomas kembali menegaskan apresiasinya terhadap kepemimpinan Mentan Amran dalam mengawal sektor pangan. Ia berharap kerja keras dan sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat agar pengendalian inflasi berjalan berkelanjutan, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi Deputi BI tersebut mempertegas posisi sektor pertanian sebagai salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional. Melalui penguatan produksi, ketersediaan pasokan, dan kolaborasi lintas lembaga, Kementerian Pertanian terus menjalankan peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di berbagai wilayah Indonesia. HSDM







