BATU – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu memperkuat komitmennya dalam mendukung hilirisasi peternakan nasional melalui pelaksanaan visitasi audit sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) terhadap tiga unit usaha produk hewan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penerapan standar higiene dan sanitasi sekaligus menjamin keamanan produk pangan asal hewan yang dihasilkan dan diedarkan kepada masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan hilirisasi sektor pertanian, termasuk peternakan, untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, penerapan standar mutu dan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam memastikan produk peternakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki daya saing.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti juga mendorong penguatan kapasitas dan penerapan standar pada unit usaha peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten serta mendukung pengembangan usaha peternakan yang berdaya saing.
Visitasi audit NKV yang dilaksanakan, Kamis (29/10/2026) menyasar tiga unit usaha di lingkungan BBPP Batu, yakni Unit Usaha Pengolahan Daging, Unit Usaha Pengolahan Susu, serta Unit Usaha Budi Daya Ternak Perah yang meliputi sapi dan kambing perah.
NKV merupakan bukti tertulis yang sah bahwa suatu unit usaha produk hewan telah memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi sesuai ketentuan yang berlaku. Penerapan standar tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk menjamin keamanan produk hewan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.
Proses visitasi dan penilaian lapangan dilaksanakan oleh tim auditor NKV dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, yang terdiri atas Tri Indah Hariyani, Nadya Dinda, dan Henny Setiyo Fitriana. Kegiatan ini turut didampingi oleh auditor NKV dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, yaitu Wahyuning Islam dan Lisa Dyah Andriyani.
Kegiatan diawali dengan pembukaan audit yang dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, serta dihadiri jajaran manajemen dan para pengelola unit usaha terkait. Dalam sambutannya, Ugik menegaskan bahwa pelaksanaan audit NKV merupakan bentuk komitmen BBPP Batu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian dalam memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Sertifikasi NKV ini adalah wujud ketaatan BBPP Batu pada amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020 sebagai UPT di bawah Kementerian Pertanian yang beroperasi di wilayah kerja Kota Batu, Jawa Timur. Sertifikasi ini adalah jaminan resmi kami kepada masyarakat bahwa seluruh produk pangan asal hewan yang kami produksi dan edarkan telah memenuhi kriteria ASUH—Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujar Ugik.
Ia menjelaskan bahwa penerapan standar higiene dan sanitasi menjadi perhatian utama dalam seluruh proses produksi, mulai dari pemeliharaan ternak perah, penanganan susu segar dan produk olahannya, hingga pengolahan daging dan produk turunannya.
“Dengan standar pemeliharaan dan pengolahan yang teruji, higiene dan sanitasi produk kami tidak perlu diragukan lagi. Kami ingin masyarakat konsumen merasa tenang, nyaman, dan tenteram hatinya saat membeli serta mengonsumsi produk-produk peternakan dari BBPP Batu,” tambahnya.
Melalui audit ini, BBPP Batu berupaya memastikan bahwa unit usaha produk hewan yang dikelolanya menerapkan tata kelola produksi sesuai standar yang dipersyaratkan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran BBPP Batu sebagai pusat pelatihan peternakan nasional dan model percontohan penerapan standar dalam pengelolaan usaha peternakan.
Komitmen penguatan standar keamanan pangan tersebut akan berlanjut pada tahun 2027. BBPP Batu menargetkan sertifikasi NKV untuk tiga unit usaha produk hewan lainnya, yaitu Unit Usaha Budi Daya Unggas Petelur (ayam layer), Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia, dan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).
Langkah lanjutan ini diharapkan dapat memastikan penerapan higiene dan sanitasi pada produksi telur konsumsi serta daging sapi dan ayam yang dihasilkan BBPP Batu sebelum diedarkan kepada masyarakat.
Dengan perluasan sertifikasi NKV secara bertahap, BBPP Batu menegaskan komitmennya untuk mendukung hilirisasi peternakan nasional melalui penguatan mutu, keamanan, dan nilai tambah produk hewan. Upaya ini juga menjadi bagian dari perlindungan konsumen serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk peternakan yang aman dan memenuhi standar. BBPP BATU







