BATU — Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui Mobil Keliling Layanan Gratis Peternakan “Biling Yannak”. Kali ini, layanan tersebut menyapa 21 petani anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rejeki di Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Selasa (11/11/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya menjadikan pelayanan publik sebagai bagian dari budaya kerja di seluruh jajaran Kementerian Pertanian.
“Inovasi tidak boleh berhenti di satu unit saja. Harus menular ke semua lini agar manfaatnya dirasakan luas,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti memperkuat pernyataan tersebut dengan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan sektor pertanian.
“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian agar mampu beradaptasi dan berinovasi menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Program Biling Yannak di Poktan Sumber Rejeki diawali dengan pembacaan tahlil dan doa oleh tokoh agama setempat. Selanjutnya, Sugino widyaiswara dari BBPP Batu menyampaikan materi edukasi tentang manajemen budidaya sapi perah yang baik dan benar. Suasana diskusi berlangsung hangat ketika Rohmat, peternak dengan tujuh ekor sapi perah, mengeluhkan kondisi sapinya yang mengalami gangguan kesehatan berupa kencing berwarna merah dan kelebihan liur.
Menanggapi hal tersebut, tim BBPP Batu, memberikan penjelasan teknis dan anjuran tindakan penanganan awal. Di sisi lain, Eko Kristiyanto dari KUD Mitra Bakti Junrejo sekaligus bendahara poktan mengusulkan agar BBPP Batu mengadakan pelatihan potong kuku sapi dan kambing secara cuma-cuma. Menurutnya, keterampilan tersebut sangat dibutuhkan oleh peternak untuk menjaga kesehatan ternak.
Sementara itu, penyuluh pertanian setempat Wahyu Haryanto melaporkan perkembangan distribusi pupuk bersubsidi bagi anggota poktan. Dari total 39 petani, sebanyak 37 petani telah menebus pupuknya, sedangkan dua lainnya masih dalam proses pengambilan. Ia juga menambahkan bahwa nama-nama petani yang belum mendapatkan alokasi tahun ini telah diusulkan melalui aplikasi Simluhtan untuk memperoleh jatah subsidi pada tahun berikutnya.
Program Mobil Keliling Layanan Gratis Peternakan “Biling Yannak”. BBPP Batu merupakan bentuk kolaborasi dengan kegiatan anjangsana atau Latihan dan Kunjungan (LAKU) penyuluh pertanian lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.
Program ini bertujuan memberikan layanan Konsultasi, Edukasi, dan Informasi (KEI) di bidang peternakan dan kesehatan hewan secara langsung kepada kelompok tani (Poktan) dan kelompok wanita tani (KWT) di wilayah Kota Batu. Melalui kegiatan ini, peternak diharapkan mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap pengetahuan, bimbingan teknis, serta pendampingan profesional dari tenaga ahli dan widyaiswara BBPP Batu.
Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan teknis, tetapi juga untuk menumbuhkan pola pikir profesional dan berkelanjutan di kalangan peternak.
“Kami ingin peternak Kota Batu mampu mengelola usaha ternaknya dari hulu hingga hilir dengan prinsip efisien, efektif, berkelanjutan, modern, dan menyejahterakan,” ujarnya.
Bagi masyarakat peternak yang ingin mengakses layanan atau mengusulkan tema edukasi sesuai permasalahan di lapangan, dapat menghubungi Hotline “Halo Mbatu” melalui WhatsApp di nomor 0811-373-1110. Selain itu, pelaku UMKM olahan hasil ternak, kelompok wanita tani, PKK, Dharma Wanita, maupun majelis taklim muslimat juga dapat memanfaatkan layanan edukasi pengolahan daging, susu, dan telur. Untuk kegiatan praktik, pengguna layanan diharapkan menyediakan alat dan bahan secara mandiri.
Dengan hadirnya “Biling Yannak”, BBPP Batu terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, humanis, dan menyentuh langsung kebutuhan peternak di lapangan, sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian dalam membangun SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Ekos/SAI/BBPP BATU







