MALANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan kembali menerima kunjungan dari Agency of Education, Promotion and Information Service in Food, Agriculture, Forestry and Fisheries (EPIS) Korea Selatan, Jum’at (19/12/2025).
Kunjungan bertujuan untuk studi kelayakan terkait proyek baru sebagai keberlanjutan pada proyek sebelumnya yang telah berakhir pada November 2025 lalu.
“Proyek baru ini rencana akan dilaksanakan pada tahun 2027 dengan fokus kegiatan berupa pembinaan dan pelatihan petani milenial untuk mengembangkan K-Smart Farm”, ungkap Han Hyouk Joo, perwakilan EPIS Korea.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di BBPP Ketindan dan Polbangtan Bogor. Unsur peserta terdiri dari Widyaiswara, Penyuluh Pertanian, Dosen, Guru dan Petani Milenial dengan target peserta 100 orang/tahun. Pihak EPIS berkeinginan untuk menyediakan testbed smart farming sebagai tempat simulasi praktek yang direncanakan akan dibangun di lahan seluas 100 m2.
Han Hyouk Joo juga menambahkan bahwa rancangan pelatihan detilnya masih akan dibahas lebih lanjut dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Jakarta.
Pada kesempatan tersebut turut hadir Tim Ahli Pertanian Korea Selatan dan tim K-Smart Farm BBPP Ketindan. Pihak EPIS meyakinkan bahwa melalui tempat simulasi tersebut, peserta pelatihan dapat belajar lebih detil terkait teknologi K-Smart Farm dan mengadaptasi teknologi tersebut.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman diberbagai kesempatan juga mendorong petani Indonesia memaksimalkan teknologi untuk mendukung swasembada pangan.
“Metode smart farming dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan tekbologi canggih seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan untuk memantau kondisi tanaman secara real time,” ungkap Amran.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa sudah saatnya Petani Indonesia maju di bidang pertanuab melalui adopsi teknologi melalui smart farming yang mengedepankan teknologi pertanian yang dapat mempermudah kegiatan usahatani.
Santi menambahkan bahwa pihak BPPSDMP akan terus berkomitmen untuk fokus mendukung swasembada pangan melalui pencetakan SDM Pertanian yang adaptif terhadap teknologi. Nining Hariyani*







