BATU — Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu kembali menghadirkan layanan Biling Yannak (Mobil Keliling Layanan Gratis Peternakan) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat perkotaan. Kali ini, kegiatan digelar bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Bumi Lestari Kota Batu dengan tema Pengelolaan Limbah Organik Sampah Kota Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan, Selasa (23/12/2025), bertempat di Kecamatan Dau, Kota Batu.
Inisiatif ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya orientasi pelayanan publik dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran bahwa kita adalah pelayan rakyat. Pelayanan publik yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan sektor pertanian,” tegas Menteri Amran dalam berbagai kesempatan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, terus mendorong peningkatan kapasitas petani melalui berbagai program penguatan guna mewujudkan pertanian yang modern dan tangguh.
Kegiatan Biling Yannak kali ini difasilitasi oleh Widyaiswara Divisi Pengolahan Limbah Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dwita Indrarosa, yang menyampaikan materi sekaligus memandu diskusi partisipatif bersama anggota KWT. Materi difokuskan pada pengelolaan limbah organik sampah kota agar dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dan aplikatif untuk skala rumah tangga.
Kegiatan ini dihadiri Ketua KWT Bumi Lestari serta Fatmawati selaku Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu. Para peserta mengikuti kegiatan secara aktif melalui pemaparan materi, berbagi pengalaman lapangan, serta diskusi terkait penerapan pengelolaan limbah organik yang sesuai dengan kondisi masyarakat perkotaan.
Dalam pemaparannya, widyaiswara BBPP Batu menekankan pentingnya peran wanita tani dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang terbatas di wilayah perkotaan. Pengelolaan limbah organik dinilai menjadi solusi strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim serta mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat peningkatan emisi gas rumah kaca. Upaya ini sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan lingkungan sekitar.
KWT Bumi Lestari selama ini dikenal aktif dalam kegiatan budidaya pertanian dan pengolahan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Melalui kegiatan Biling Yannak, kelompok ini memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung pengembangan urban farming yang aplikatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran kelembagaan KWT di tengah tantangan keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat perkotaan.
Pada kesempatan tersebut, KWT Bumi Lestari juga menyampaikan harapan agar ke depan tersedia lebih banyak pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok, khususnya pelatihan dengan biaya terjangkau, produk yang diminati pasar, mudah diterapkan, serta didukung perizinan edar. Harapan ini menjadi masukan penting dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia wilayah binaan di Kota Batu.
Melalui layanan Biling Yannak, BBPP Batu berkomitmen terus menghadirkan pendampingan dan edukasi yang dekat dengan masyarakat. Sinergi antara lembaga pelatihan, kelompok wanita tani, penyuluh, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong terwujudnya pertanian perkotaan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dwita/BBPP BATU







