MALANG — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menghadirkan inovasi di sektor pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menggelar kegiatan penanaman padi secara serentak di lahan praktik tanaman pangan Balai pada hari Rabu (18/3/2026) lalu.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, serta diikuti dengan antusias oleh seluruh unsur pimpinan dan jajaran pegawai. Keterlibatan masif dari seluruh elemen internal ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen institusi untuk menjadi pionir dan role model dalam penerapan teknologi pertanian modern bagi para petani, sesuai arahan Menteri Pertanian.
Menariknya, penanaman kali ini tidak menggunakan cara konvensional. BBPP Ketindan memadukan efisiensi manajemen air melalui Metode Arkansas dengan pola tanam Jajar Legowo.
Pemilihan varietas yang ditanam pun dilakukan secara cermat dengan menggunakan benih Inpari 49. Varietas unggul baru ini dipilih karena rekam jejaknya yang luar biasa dalam menghasilkan gabah dengan jumlah dan kualitas tinggi, adaptif terhadap lingkungan, serta memiliki ketahanan ekstra terhadap serangan hama dan penyakit utama padi, seperti WBC, hawar daun, dan blas.
Penerapan sistem tanam Jajar Legowo diaplikasikan guna mengoptimalkan sirkulasi udara dan intensitas paparan sinar matahari bagi tanaman. Pola ini memberikan efek pinggir (border effect) yang terbukti secara ilmiah mampu mendongkrak produktivitas panen, sekaligus mempermudah proses pemeliharaan dan pemupukan ke depannya.
Sementara itu, inovasi Metode Arkansas diadaptasi sebagai jawaban atas tantangan manajemen sumber daya air dan perubahan iklim. Metode yang berfokus pada efisiensi irigasi ini memastikan ketersediaan air yang presisi bagi tanaman, tidak berlebih namun cukup untuk fase pertumbuhan kritis, sehingga menekan biaya produksi dan menjaga kelestarian lingkungan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sektor pertanian harus terus berkembang dengan berbasis inovasi dan teknologi. Pemerintah akan terus mendorong mekanisasi pertanian agar petani bisa lebih sejahtera dan hasil produksi semakin meningkat.
“Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi. Inilah pertanian modern, transformasi dari sistem tradisional ke mekanisasi,” tegasnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan upaya peningkatan produktivitas padi melalui modernisasi pertanian, penguatan peran penyuluh, dan penerapan teknologi inovatif.
“Peningkatan produktivitas ini merupakan bagian dari komitmen BPPSDMP untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan, sejalan dengan Inpres No. 3 Tahun 2025,” kata Santi.
Sementara itu Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah juga menegaskan bahwa, dengan sinergi antara benih unggul, manajemen tanam yang presisi, dan kekompakan seluruh jajaran pegawai BBPP Ketindan, penanaman padi musim ini diharapkan mampu menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas, sekaligus menegaskan posisi BBPP Ketindan sebagai garda terdepan dalam inovasi pelatihan pertanian di Tanah Air.
Saptini Mukti Rahajeng, selaku Widyaiswara pengampu budidaya sekaligus Pj kegiatan ini juga menuturkan bahwa, kolaborasi varietas Inpari 49 dengan teknik Jajar Legowo dan sistem pengairan Arkansas ini adalah wujud nyata optimalisasi lahan. Kami berharap demonstrasi plot (demplot) ini bisa menjadi laboratorium lapangan yang sukses, yang nantinya dapat direplikasi oleh para peserta pelatihan dan petani di seluruh Indonesia. Ajeng/Humas BBPP Ketindan







