Batu – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dengan menggelar pelatihan pengendalian gangguan reproduksi ternak bagi 178 penyuluh pertanian dari Kabupaten Malang.
Pelatihan yang berlangsung secara daring, 15–17 April 2026 ini menjadi langkah strategis dalam menekan permasalahan reproduksi ternak yang masih menjadi hambatan utama peningkatan populasi dan produksi protein hewani nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peran penyuluh sangat krusial dalam mendongkrak produktivitas sektor pertanian, termasuk subsektor peternakan.
“Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan. Keberhasilan program peningkatan produksi sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mendampingi petani dan peternak,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Ia menekankan pentingnya sinergi antara penyuluh dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
“Penguatan kompetensi penyuluh menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan di lapangan, termasuk persoalan reproduksi ternak yang berdampak langsung pada populasi,” ujarnya.
Gangguan reproduksi pada ternak masih menjadi persoalan serius di tingkat peternak. Rendahnya tingkat fertilitas induk menyebabkan menurunnya angka kebuntingan dan kelahiran pedet, yang pada akhirnya berimbas pada penurunan populasi sapi dan pasokan daging nasional.
Kondisi tersebut juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak, terutama akibat tingginya kasus kegagalan kebuntingan dan pengulangan inseminasi buatan.
Menjawab tantangan tersebut, BBPP Batu menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan lapangan. Peserta dibekali berbagai materi teknis, mulai dari penerapan biosekuriti, identifikasi penyebab gangguan reproduksi, evaluasi pakan pendukung reproduksi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut di wilayah kerja masing-masing.
Pelatihan dibuka oleh Ketua Tim Kerja Pelatihan Aparatur dan Non Aparatur BBPP Batu, Catur Puryanto, yang mewakili Kepala Balai. Kegiatan ini juga melibatkan widyaiswara berpengalaman sebagai fasilitator utama.
Melalui pelatihan ini, para penyuluh diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam mendeteksi dini dan menangani gangguan reproduksi ternak secara tepat. Dengan demikian, upaya peningkatan populasi ternak dan pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Catur/BBPPBATU







