Sidoarjo Percepat Olah dan Tanam Dongkrak LTT Padi

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong semua daerah untuk  meningkatkan luas tambah tanam (LTT) guna menjamin ketersediaan pangan. Salah satunya adalah padi, dimana padi sebagai komoditas strategis dan merupakan sumber pangan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok sehari-hari. Sehinga tanaman padi sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Sidoarjo sebagai salah satu penghasil produksi padi di Jawa Timur turut berperan serta dalam LTT. Kelompok Tani (Poktan) Rukun Tani, Desa Medaeng, Kecamatan Waru, melaksanakan kegiatan ubinan padi dengan jumlah rumpun 11×11, jumlah anakan 29 – 36, jumlah bulir per malai 216 – 233 dengan kadar air 31,9. Hasil ubinan mampu menghasilkan 10 ton per hektarnya.

Rudi Wihartono, Koordinator Penyuluh Kecamatan Waru menyebutkan kegiatan Ndaut atau disebut menanam benih padi Varietas Inpari 42 juga dilaksanakan Poktan Rukun Tani Desa Medaeng Wetan Kecamatan Waru pada umur 20 hari setelah sebar (HSS) untuk mendongkrak luas tanam.

Tidak hanya olah tanam, persemaian dan ubinan Poktan Rukun Tani juga telah melaksanakan panen seluas 3 ha dengan varietas Inpari 42. Dijelaskan, saat ini rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 4200/ kg dengan provitas 97 ku per hektar. Harga tersebut masih diatas harga pokok  produksi (HPP).

Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, selaku penanggung jawab Kostratani Kabupaten Sidoarjo, mengungkapkan optimis dapat meningkatkan LTT Juni hingga November 2020. Capaian LTT padi per tanggal  16 November 2020  Kabupaten Sidoarjo telah terealisasi sebesar 347 ha, jika dibandingkan target pusat sebesar 392 ha terdapat selisih 45 ha dan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2019 terdapat selisih 32,8 ha dari total sebesar 379,8 ha. Kekurangan luas tanam  dibandingkan capaian tahun 2019 ini dapat dipenuhi dengan mendongkrak luas tanam di bulan November 2020, dimana petani sudah melakukan olah tanam, tanam dan persemaian.

Baca Juga :   Tingkatkan Produksi Padi, Kementan Kenalkan Konsep IP400 dan Integrated Farming

Hal ini seperti yang selalu ditegaskan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, kepada seluruh insan pertanian bahwa di tengah pandemi Covid-19, petani dan penyuluh harus tetap bersinergi menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.
“Walau masih pandemic Covid-19 don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah pangan. Setelah panen, segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur,” kata Mentan Syahrul.

Sumardi Noor, Kepala BBPP Ketindan menjelaskan pihaknya optimis meningkatkan luas tanam padi pada Juni – November 2020 karena Kabupaten Sidoarjo intensif melakukan percepatan olah tanam dan tanam.  BBPP Ketindan terus meningkatkan pengawalan dan pendampingan kepada petani, menginventarisir permasalahan dilapangan dan meminta untuk mengantisipasi anomali iklim yang dapat menurunkan hasil pertanian seperti serangan organisme pengganggu tumbuhan.

Hal ini juga ditegaskan oleh pendamping Kostratani Sidoarjo khususnya Kecamatan Waru, Sedati dan Gedangan, Lina Novi Ariani, yakni BBPP Ketindan terus memberikan semangat dan mendorong kegiatan LTT dan mengawal data di lapangan agar sinkron sehingga target LTT bisa tercapai dan ketesediaan pangan tercapai. “Harapannya Kabupaten Sidoarjo bisa surplus untuk komoditas  padinya”, ujar Lina yang juga Widyaiswara BBPP Ketindan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengapresiasi BPP yang telah melaksanakan dan mendukung program Kostratani.
“Kostratani sebagai pusat data dan informasi, juga pusat gerakan pembangunan pertanian. Kostratani juga menjadi pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan,” kata Dedi Nursyamsi. YENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *