Santri Tertarik Geluti Dunia Pertanian

Mentri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo optimistis dengan semangat para pemuda dalam upaya penumbuhan sektor pertanian di Indonesia. SYL, sapaan akrabnya yakin sektor pertanian merupakan bidang usaha yang sangat prospektif. “Apalagi jika penggerak sektor pertanian adalah para pemuda milenial. Di dukung teknologi modern. Maka dunia dalam genggaman kalian. Saya makin percaya anak muda yang terjun di bidang pertanian punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik,” tegas SYL.

Abdul Majid, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Al Bashori yang sekaligus Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur V di Kabupaten Probolinggo sejak tahun 2019 tertarik untuk mencoba membudidayakan bawang merah dalam polybag diwilayah Ponpes Nurul Huda Al Bashori di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dimulai dari lahan kosong di atap bangunan pondok yang tidak dimanfaatkan, Abdul Majid berinisiatif untuk menanam tanaman sayuran yaitu diantaranya adalah terong, bayam, sawi, cabe, tomat dan bawang merah. Dari beberapa jenis sayuran yang dibudidayakan ternyata bawang merah menjadi sayuran strategis yang patut untuk dikembangkan lebih lanjut karena memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi daripada sayuran lainnya.

Untuk itu Abdul Majid terus mengembangkan budidaya tanaman bawang merah dalam polybag yang sebelumnya hanya ditanam di lahan kosong di atap pondok, selanjutnya dikembangkan ke areal lahan pondok pesantren yang lain. Karena tanaman bawang merah yang dikembangkan Abdul Majid terlihat berkembang pesat, banyak santri yang bertanya dan ingin ikut berperan aktif untuk membudidayakan tanaman bawang merah di lahan pesantren. Iapun menyambut baik keinginan para santri.

“Saya berharap, ketika santri sudah kembali ke wilayah tempat tinggalnya tidak hanya pandai dalam ilmu agama dan ilmu umum saja, tetapi mereka juga pandai dalam dunia pertanian, minimal dapat terus mengembangkan tanaman bawang merah dalam polybag dengan tujuan dapat meningkatkan pendapatan atau ekonomi rumah tangga,”ujar Abdul Majid.

Baca Juga :   Mentan SYL Lantik Andi Nur Alam Syah Jadi Dirjen Perkebunan, Harapan Baru Akselerasi Kemajuan Pertanian

Setelah pengembangan dari polybag berhasil, Abdul majid dan para santrinya berniat mencoba menanam bawang merah dari biji di lahan sawah. Dengan didampingi oleh penyuluh pertanian dari BPP Sumberasih, Andriani Ari Susanti, para santri semangat dalam melakukan usahataninya. “Kami mendukung penuh apa yang dilakukan santri-santri yang ingin berkreasi apalagi adanya dukungan dari pengasuh pesantren semakin menambah semangat para santri untuk belajar. Walaupun niat awal ke pesantren bukan untuk belajar pertanian akan tetapi ini adalah hal yang baik dan harapannya setelah mereka lulus nanti bisa terjun ke dunia pertanian di wilayah mereka masing masing. Oleh karena itu Kostratani Sumberasih mendorong dan mendampingi mereka agar pertanian di Probolinggo semakin maju,”tutur Andriani.

Selaras dengan arahan Mentri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedy Nursyamsi mengatakan, “Pentingnya mengoptimalkan fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui Kostratani. BPP berfungsi sebagai pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. Dan tentunya menjadi center of excelent semua aktivitas pertanian,“ pungkas Dedi. AAS/YENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *