oleh

BBPPTP Surabaya Bersama Petani Lakukan Pengendalian Uret Tebu Secara Serempak

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perkebunan, Balai Besar Perbenihan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya memliki tugas melaksanakan pengawasan, pengembangan pengujian mutu benih, dan analisis teknis dan pengembangan proteksi tanaman perkebunan, serta pemberian bimbingan teknis penerapan sistem manajemen mutu dan laboratorium.

Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman pada Pasal 20 Mengamanatkan bahwa Perlindungan Tanaman dilaksanakan dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan pelaksanaannya menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah.

Dalam menjalankan fungsinya tersebut, BBPPTP Surabaya melakukan kegiatan gerakan pengendalian uret tebu dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2021 di Gapoktan Harapan Makmur Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Gerakan Pengendalian Uret Tebu merupakan salah satu contoh bentuk pengendalian yang melibatkan masyarakat/petani. Petani dituntut aktif dalam menjaga kebunnya. (10/6)

Aksi gerakan pengendalian uret tebu dilakukan secara mekanis pada saat pengolahan tanah menggunakan traktor. Pada saat traktor membalik tanah, seluruh petani mengikuti traktor mengambil uret yang berada dipermukaan tanah. Seluruh uret yang diperoleh dari 1 Hektar lahan tebu dikumpulkan dan dihitung untuk mengetahui Intensitas serangan uret pada lahan tersebut. Hasil analisis menunjukkan jumlah populasi uret pada lahan bapak Iswanto yang digunakan pada aksi gerakan pengendalian ini adalah 1,3 uret/m2.

Berdasarkan kriteria serangan populasi tersebut pada kategori sedang (≤ 1 uret/m2 kriteria ringan, 1-3 uret/m2 kriteria sedang dan ≥3 uret/m2 kriteria berat). Pada aksi gerakan pengumpulan uret ini secara nyata mampu mengurangi populasi uret. Jika terdapat uret yang masih lolos dan berkembang menjadi imago, akan dilakukan pengendalian lagi dengan pemasangan jaring perangkap imago pada bulan Oktober.

Pada acara tersebut, BBPPTP Surabaya memberikan bantuan secara simbolis alat pengendalian berupa jaring perangkap kumbang uret tebu sebanyak 200 unit jaring dan 200 unit peralatan penunjang pemasangan jaring yang akan dipasang serentak pada 100 Hektar lahan tebu di Gapoktan Harapan Makmur pada bulan Oktober 2021 menjelang musim hujan dimana siklus hidup uret tebu telah memasuki imago/kumban. Erna Zahro’in/POPT BBPPTP Surabaya

Baca Juga :   Sektor Pertanian Menjanjikan Bagi Kaum Milenial

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed