Lakukan Inovasi, Mie Hijau Mie Sayur Hasil Kreativitas Siswa Siswi SMK PP Negeri Sembawa

Generasi milenial yang tumbuh di era digital seperti sekarang ini dituntut untuk terus berpikir kreatif dan inovatif demi kemajuan di masa depan, bahkan generasi milenial memiliki peluang strategis untuk dikembangkan kapasitasnya, sehingga dapat berfungsi sebagai pengungkit yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian. Melaui SMK PP Negeri, Lakukan Inovasi membuat mie berbahan dasar sawi hijau.

Di era modern saat ini masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya makanan sehat, sehingga dalam pemilihan jenis bahan makanan tidak hanya sekedar enak, namun juga sehat.
Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menuturkan diperlukan pemikiran dan kerja keras semua pihak, termasuk komitmen generasi milenial untuk menghadirkan solusi yang terjangkau dalam menerapkan pola pangan sehat di masyarakat.

Masalah pangan itu bukan hanya masalah pemerintah, tetapi masalah kita semua. Jadi pada kesempatan ini saya mengajak semua masyarakat terutama para generasi milenial untuk ikut mencari, yuk kita sama-sama cari solusi, untuk Indonesia yang lebih baik
Syahrul menambahkan untuk menghadapi masalah kebutuhan pangan di masa depan, ia menyarankan agar masyarakat mengubah perilaku konsumsi menjadi lebih bijak, lebih sehat dan tidak membuang makanan.

Masyarakat terutama generasi milenial harus betul – betul memahami soal bagaimana proses pangan itu hingga tersaji di meja makan, banyaknya pembuangan makanan disebabkan perilaku masyarakat yang masih kurang bijak dalam hal makanan, Makan bijak itu lebih dari sekedar makan sehat
Selaras dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi saat jumpa juga sering menyampaikan Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar untuk sektor pertanian. Adanya wabah ini justru pertanian harus makin digenjot karena masyarakat sangat membutuhkan pangan yang sehat, support habis pertanian.

Baca Juga :   Pemerintah Sudah Indentifikasi Integrasi Kebun Sawit - Sapi

Mie merupakan bahan makanan favorit masyarakat Indonesia. Mie juga dapat diolah menjadi berbagai macam cita rasa. Agar mie bernilai gizi lebih, maka penambahan sayuran adalah salah satu caranya. Selain itu, penambahan sayuran pada adonan mie, membuat warna mie lebih menarik.

Pengolahan mie dilakukan untuk menjadikan mie sebagai salah satu pangan alternatif pengganti nasi, hal ini tentu sangat menguntungkan ditinjau dari sudut pandang penganekaragaman konsumsi pangan. Konsumsi mie yang kian meningkat, sekaligus didukung oleh berbagai unggulan yang dimiliki dalam pembuatan mie terutama pada tekstur, rasa, dan kepraktisan penggunaannya.

Ruhil fida mengatakan bahwa pengolahan mie kali ini dengan menggunakan pewarna yang berasal sayuran sawi. Yang mana dibalik warna hijau nya yang menarik, sawi memiliki masa simpan yang tidak tahan lama dan mudah menguning dalam tiga sampai empat hari. Sehingga diperlukan pengolahan lebih lanjut menjadi pewarna tambahan suatu produk agar memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Cara pengolahan mie sawi ini yaitu menggunakan bahan yang mudah didapat seperti tepung terigu, air perasan sawi, garam dan telur. Proses pembuatannya yaitu campurkan tepung terigu, telur, dan garam menjadi satu, selanjutnya tambahkan perasan air sawi yang telah di blender halus dan diperas diambil sarinya ditambahkan kedalam adonan sedikit demi sedikit, lalu diuleni hingga kalis. Tahapan selanjutnya dibentuk menjadi mie basah tergantung dengan variasi yang diinginkan Ujarnya.

Setelah proses pembuatan mie selesai dilakukan, selanjutnya para siswa diberikan keleluasaan untuk berkreasi sesuai keinginan. Penyajian mie sawi ini berbagai macam dan variasinya, ada yang menyajikan dalam bentuk mie tumis, mie telor, mie bakso, dan mie ayam.ā€¯tuturnya.

Sawi hijau sebagai bahan makanan sayuran mengandung zat-zat gizi yang cukup lengkap sehingga apabila dikonsumsi sangat baik untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Sawi hijau merupakan sayuran yang bermanfaat untuk membantu mencegah dari terserangnya penyakit kanker, hal ini disebabkan karena dalam sawi hijau mengandung senyawa fitokimia khususnya glukosinolat yang cukup tinggi. Dengan rutin mengkonsumsi sawi hijau mampu menurunkan resiko terserangnya kanker prostat.

Baca Juga :   Siap.Hadapi El.Nino, Kementan Lakukan Adaptasi dan Mitigasi Pertanian

Menu kuliner berbahan mie selalu menjadi menu favorit semua kalangan, dari anak kecil hingga dewasa menyukai masakan mie, karena cita rasa mie yang menggugah selera, juga menu mie yang mengenyangkan. Berbagai manfaat dan kandungan yang dimilikinya tentunya dapat menjadikan mie sayur ini sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *