Kuatkan Pilar Pembangunan Pertanian, Kementan Adakan Pelatihan Camat di 34 Provinsi

Banyuasin – Camat adalah pilar pembangunan pertama di tingkat desa dan kecamatan untuk berbagai sektor, salah satunya sektor pertanian. Pertanian harus di mulai dari tingkat desa dan kecamatan sehingga mampu menggerakan perekonomian dalam negeri. Jika pertanian nasional mampuh tumbuh pesat, menjadi satu-satunya sektor yang masih tanggu dimasa pandemi, itu adalah salah satu dampak dari adanya sinergitas pertanian dari tingkat desa hingga tingkat provinsi serta adanya sinergitas antara Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Dalam Negeri RI. Ujar Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Ciawi, Bogor, Kamis [28/10] pada Pelatihan Pertanian bagi Camat di seluruh Indonesia yang diikuti 7.230 camat, 50 di antaranya mengikuti pelatihan secara tatap muka dan selebihnya via daring.

“Jika berada di tengah-tengah camat seperti ini, saya jadi ingat masa dimana saya menjabat sebagai camat. Camat adalah pilar utama pembangunan negeri ini karena kekuatan negeri ini ada di kecamatan, mengoordinasi desa-desa di bawahnya. Konsepsi program pemerintah terlebih dahulu dimatangkan oleh camat. Semua kebijakan unit desa baru bisa naik ke atas menjadi program kalau dimatangkan oleh camat. Pemerintahan yang baik dimulai dari peningkatan peran camat, jika camat baik maka akan baik pula pemerintahan negeri ini ” kata¬† Mentan Syahrul, mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode, 2008 – 2018.

Pelatihan digelar secara offline dan online yang dipusatkan di Pusat Pelatihan, Manajemen, Kepemimpinan Pertanian [PPMKP] Ciawi , dan di 36 titik di seluruh Provinsi di Indonesia oleh Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP]. Pelatihan ini bertujuan, meningkatkan pemahaman, kapasitas dan peran camat terhadap pertanian Indonesia, sehingga camat memiliki tanggung jawab dalam menjaga sinergitas program pembangunan pertanian di tingkat desa dan kecamatan secara massif.

Baca Juga :   Sinergi Kementan dan DPR-RI, Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Lampung Timur

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan pelatihan camat dilakukan sekaligus untuk membangun kesamaan visi dan misi pembangunan pertanian di tingkat Kecamatan di seluruh penjuru negeri ini. Pasalnya, kecamatan berperan penting dan ditetapkan sebagai frontline pelayanan untuk masyarakat sekaligus penggerak KostraTani dengan mengoptimalkan peran Balai Penyuluhan Pertanian [BPP].

“Sebanyak 7.230 camat mengikuti pelatihan offline maupun online di 34 lokasi selama dua hari, pelatihan camat seluruh Indonesia bertujuan memperkuat pemahaman camat dalam fasilitasi, koordinasi dan pendampingan terhadap program pembangunan pertanian di kecamatan. Keterlibatan camat pun dapat meningkatkan prospek Wirausaha Integrated Farming, salah satunya berbasis lahan kering,” kata Dedi Nursyamsi.

SMK PP Negeri Sembawa menjadi salah satu lokasi tempat pelatihan camat, berkolaborasi dengan tim dari Balai Pelatihan Pertanian Lampung. Sebanyak 40 orang camat dari 3 Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan mengikuti pelatihan secara Offline maupun Online. Nantinya camat akan menjadi komandan dari salah satu program utama kementerian pertanian yaitu KostraTani.

KostraTani akan menjadi pusat data dan informasi, pembelajaran, pelatihan, pembangunan jaringan komunikasi dan konsultasi agribisnis bagi para petani yang ada di Kecamatan. KostraTani saat ini berperan penting bagi sektor pertanian, sektor yang sangat penting menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia. SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *