Kementan dan Pemkab Banyuasin Berperan Aktif Bangun Karakter Generasi Milenial

BANYUASIN – Upaya Kementerian Pertanian menghadirkan banyak generasi milenial untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, mendapat dukungan di Banyuasin, Sumatera Selatan. Kementan dan Pemkab Banyuasin sama-sama berperan aktif untuk membangun karakter generasi milenial.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), mengatakan para generasi muda telah masuk di era teknologi digital.

“Oleh karena itu, generasi milenial perlu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi dan tentunya berkarakter,” katanya.

Hal serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Sikap dan karakter jiwa yang baik, dapat membentuk lulusan sebagai qualified job creator dan qualified job seeker, bermental baja, pekerja keras, pekerja cerdas, wirausaha muda pertanian yang profesional. Hal ini sangat dibutuhkan di pertanian,” katanya.

Sebagai salah satu UPT pendidikan vokasi pertanian, SMK PP Negeri Sembawa, terus berupaya meningkatkan karakter generasi muda pertanian. Kali ini dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Bayuasin.

SMK PP Negeri Sembawa bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin memberikan motivasi belajar dan disiplin bagi siswa, di aula SMKPP N Sembawa (11/11/2021).

Kegiatan dilaksanakan sebagai salah satu cara membangun karakter siswa agar lebih baik.

Motivasi diberikan oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Banyuasin yang sekaligus menjabat sebagai ketua kwartir cabang Gerakan pramuka kabupaten Banyuasin, Senen Har, yang juga alumni SPMA Negeri Sembawa yang sekarang sudah berganti nama menjadi SMK PP Negeri Sembawa.

“Pada dasarnya ada dua faktor yang mempengaruhi kedisiplinan dalam belajar  yaitu pertama faktor dari dalam diri manusia, yaitu berupa pengetahuan, kesadaran dan kemauan untuk berbuat disiplin.  Kedua faktor yang datang dari luar yaitu berupa perintah, larangan, pengawasan, pujian, ancaman, hukuman dan ganjaran.  Faktor yang datang dari luar lebih sering  dilakukan oleh orang tua siswa.  Dalam hal ini sejauh mana perhatian orang tua terhadap anaknya ikut berperan dalam menentukan tingkat kedisiplinan dalam belajar,” ujar Senen Har.

Baca Juga :   Peringati HPS ke 41, Mentan SYL: Pertanian Siap Hadapi Perubahan Iklim

Menurutnya, keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan dalam belajar. Selain motivasi siswa untuk maju dan berprestasi, peran orang tua di rumah dan guru di sekolah sangat membantu dalam meraih keberhasilan dalam belajar.

“Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh dalam pembentukan kedisiplinan. Begitu juga dengan disiplin belajar akan terbentuk dalam diri siswa apabila orang tua menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dalam belajar,” katanya.

Selain itu, pengaturan waktu belajar sangat diperlukan dalam menciptakan kedisiplinan dalam belajar. Pengendalian dan perhatian orang tua terhadap anak sangat dibutuhkan demi kemajuan belajar anak. Orangtua yang selalu menanamkan kedisiplinan belajar bagi putra-putrinya akan sangat membantu dalam terbentuknya disiplin dalam diri anak.

“Saya berharap setelah memperoleh pencerahan dari Sekda, yang sekaligus ini kakak kalian, dikarenakan beliau adalah alumni SMK PP Negeri Sembawa. Anak-anak bisa lebih baik lagi dalam belajar dan dapat menggunakan teknologi dengan lebih baik,” ujar Kepala SMK PP Negeri Sembawa Mattobi’i. SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *