oleh

Pandai Tangkap Peluang, Siswa SMKPP Kementan Olah Jeruk Menjadi Sirup

SEMBAWA – Buah-buahan sangat penting untuk proses metabolisme tubuh. Namun, buah-buahan cepat mengalami kerusakan oleh pengaruh fisika, kimia dan mikrobiologi jika tidak diberi perlakuan khusus.

Untuk meminimalisir kerusakan, diperlukan adanya pengolahan. Selain untuk memperpanjang masa simpan, pengolahan dapat meningkatkan nilai mutu.

Hal ini tentunya menjadi peluang bagi petani atau wirausaha pertanian tak terkecuali generasi milenial.

Siswa/siswi SMK PP Negeri Sembawa dengan kreatifitas dan inovasinya melakukan kegiatan pengolahan jeruk. Melalui laboratorium APHP, jeruk diolah menjadi sirup.

Sebagai unit penyelenggara vokasi pertanian Kementerian Pertanian, SMK PP Negeri Sembawa memang terus berupaya mengembangkan kreativitas kaum milenial melalui kegiatan pengolahan.

Salah seorang tenaga pendidik Program Studi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Yuli Herlina mengatakan bahwa jeruk yang dipilih yaitu jeruk siam.

“Jeruk biasanya kita kenal sebagai buah yang langsung dikonsumsi. Apalagi jeruk sangat digemari di kalangan masyarakat karena rasanya manis dan banyak mengandung vitamin C yang berfungsi untuk daya tahan tubuh. Jeruk juga banyak mengandung zat-zat bermanfaat bagi tubuh. Namun, hal tersebut perlu diimbangi dengan penanganan pascapanen yang baik untuk menjaga kualitas produk saat dipasarkan, ” kata Yuli.

Dengan adanya kreativitas, jeruk tersebut, menurut Yuli, diolah lebih lanjut sehingga bisa menghasilkan produk unggul yang bernilai jual tinggi.

“Sayangnya jeruk mempunyai daya tahan simpan yang relatif singkat, sehingga memerlukan salah satu usaha untuk memperpanjang masa simpannya yaitu dengan cara mengolah menjadi sirup buah. Selain dapat meningkatkan nilai guna sekaligus dapat menjadi keanekaragaman produk olahan pada buah,” kata Yuli.

Ia pun menjelaskan alasan pemilihan olahan sirup dikarenakan sirup merupakan salah satu produk pangan siap saji dimana produk olahan pangan yang memiliki kelebihannya adalah mudah dilarutkan dalam air, praktis dalam penyajian mempermudah mengkonsumsinya dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyajikannya. Sekaligus menjadi salah satu produk olahan cair yang dikonsumsi sebagian besar orang sebagai minuman pelepas dahaga.

Baca Juga :   Percepat Regenerasi Petani, Kementan Jaring 1000 DPM/DPA di Tahun 2021

Cara pengolahannya yaitu buah jeruk dipotong menjadi dua bagian agar gampang diperas.

“Kemudian dilakukan pemasakan dengan ditambahkan air dan sedikit gula, tunggu hingga gula larut, sampai mendidih dan aduk-aduk sedikit demi sedikit hingga mengental. Jika sudah mengental sirup bisa didinginkan dan dimasukkan ke dalam botol yang diinginkan. Sirup siap untuk dinikmati,” tuturnya.

Apa yang dilakukan oleh siswa/siswi SMKPP Sembawa sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan sektor pertanian itu sangat strategis, permasalahan di dalamnya juga sangat kompleks dan sangat mendalam,  permasalahan terjadi tidak hanya sebatas di produksi, tetapi juga terjadi pada tahapan pascapanen.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, juga menyampaikan bahwa SDM pertanian memegang peran penting sebagai pelaku utama dalam menangani pascapanen produknya dengan baik untuk menekan kehilangan hasil. SMKPP Negeri Sembawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed