oleh

Lewat Jambore Daerah, SMKPPN Kementan Gaungkan Saka Taruna Bumi

PALEMBANG – Jambore Daerah (Jamda) VIII Sumatera Selatan telah digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Sriwijaya Palembang. Dengan jumlah peserta yang mencapai 1.114, SMK PP Negeri menggaungkan Saka Taruna Bumi.

Jambore Daerah diikuti Pramuka Penggalang (siswa SMP) yang merupakan utusan dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan. Jamda kali ini bertema “Pramuka Hebat Pramuka Generasi Emas”.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, gerakan Pramuka adalah modal sebuah negara dan bangsa, negara dan daerah yang lebih baik.

“Pramuka itu intinya adalah kekuatan bangsa yang bagaikan oksigen yang harus dihirup oleh semua anak bangsa,” ujar Mentan.

Ia juga menegaskan bahwa Pramuka harus menjadi gerakan kemanusiaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sekitar.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan tetap berkomitmen untuk terus memajukan dan menambah SDM pertanian yang berkualitas. Sebab, pertanian memiliki posisi penting terkait ketahanan pangan.

“Selain SDM pertanian berkualitas, jumlah mereka juga harus diperbanyak. Tujuannya untuk akselerasi pencapaian target berbasis standarisasi tinggi. Dengan begitu, kemajuan pertanian menjadi hal yang nyata,” jelas Dedi.

Jambore daerah (Jamda) VIII Sumatera Selatan dibuka secara langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumsel, H Herman Deru, Jamda kali ini berlangsung meriah dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru mengapresiasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel yang telah menyelenggarakan Jambore Daerah Ke VIII di Palembang.

“Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada penyelenggara, khususnya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel. Begitu juga kepada adik-adik yang turut mengikuti Jambore ini. Apalagi ini merupakan ajang pertemuan bagi Pramuka Penggalang terbaik di Sumsel,” katanya.

Baca Juga :   Pemerintah Sudah Indentifikasi Integrasi Kebun Sawit - Sapi

Kendati demikian, dia pun memberi pesan khusus agar kegiatan Jambore Daerah ke-VIII tersebut harus berjalan dengan kondusif sesuai dengan prosedur agenda kegiatan Pramuka.
“Kakak minta Jambore ini berjalan dengan kondusif dengan sesuai agenda yang telah dijadwalkan. Apalagi di dalam Jambore ini banyak kegiatan olah fisik. Tentu saya minta seluruh pembimbing dari setiap daerah dan Kwarda memperhatikan betul hal tersebut,” imbuhnya

Tak hanya itu, Herman Deru juga meminta agar dalam Jambore Daerah kali ini tidak ada kegiatan ekstrem yang dilakukan. Dirinya juga meminta agar setiap kegiatan dirincikan dengan matang.

“Selain itu juga kesiapan kegiatan demi kegiatan harus dirincikan dengan khusus dan terinci, karena ini banyak kegiatan fisik. Jangan sampai nanti ada kegiatan-kegiatan ekstrem yang diberlakukan dalam Jambore kali ini dan tetap taati prosedurnya tanpa mengurangi kegiatan-kegiatan di Pramuka itu sendiri,” tuturnya.

Selain itu, dia juga mengistruksikan agar tim medis dan seluruh pos pantau untuk terus bersiap siaga dalam memantau peserta di lapangan.

“Jangan sampai nanti kita lengah memberi perhatian kepada peserta. Untuk itu, kakak minta seluruh tim medis dan pos pantau untuk selalu siap dan siaga, karena kesiagaan dari tim medis dan pemantau sangat dibutuhkan dalam memantau peserta di lapangan,” imbuhnya.

Di ujung arahannya, Herman Deru berharap kader Pramuka yang ikut dalam Jambore Daerah tersebut menjadi calon pemimpin bangsa yang siap dalam berkompetisi.

“Kita juga berharap para kader Pramuka ini dapat menjadi calon-calon pemimpin bangsa. Mudah-mudahan dengan terbina dan terlatihnya kalian menjadi Pramuka-Pramuka yang penuh semangat siap berkompetisi dan Insya Allah Sumatera Selatan tidak mengabaikan bonus demografinya. Di mana tahun 2030-2045 kita akan mendapatkan bonus itu dengan pemuda-pemuda tanpa narkoba,” tutupnya.

Baca Juga :   Komisi IV DPR Terkait Pemotongan Anggaran Pertanian

Saka Taruna Bumi Pangkalan SMK PP Negeri Sembawa pada Jambore Daerah Sumsel 2021 berperan sebagai peserta pameran yang ditugaskan untuk menjaga stan pameran adalah empat orang siswa yaitu Albet Saferi (XII APHP), Novriansyah (XII ATPH), Ridho Illahi (XII ATU), dan Wendy Prasetyo (XII ATPH).

Mereka didampingi seorang Pembina Pramuka SMK PP Negeri Sembawa, Sukmono Suwignyo. Stan pameran Saka Taruna Bumi berisi bibit tanaman perkebunan, bibit tanaman buah, hasil pertanian tanaman buah (rambutan, jambu kristal), produk pengolahan hasil pertanian (tepung mocaf, minyak serai wangi), telur ayam, telur puyuh, dan alsin cultivator.

Saka Taruna Bumi pangkalan SMK PP Negeri Sembawa juga berperan sebagai pemateri mengenai pengenalan saka kepada Pramuka Penggalang. Kegiatan pengenalan Saka Taruna Bumi dilaksanakan pada 26-29 November 2021. Materi yang disampaikan antara lain tahun berdiri Saka Taruna Bumi yaitu pada tahun 1966, serta lima krida yang menjadi bagian Saka Taruna Bumi.

Lima krida yang menjadi bagian saka taruna bumi adalah Krida Tanaman Pangan, krida tanaman hortikultura, krida tanaman perkebunan, krida peternakan, dan krida perikanan. Pemateri juga menjelaskan dan menunjukkan contoh tanaman dan hewan yang menjadi bagian dari masing-masing krida. Setiap Hari Saka Taruna Bumi memberikan materi kepada 16 kelompok Pramuka yang terdiri dari gabungan perwakilan Kwartir Cabang Kabupaten/Kota. Tujuan adanya materi pengenalan Saka Taruna Bumi adalah pramuka penggalang dapat mengenal tentang saka taruna bumi dan dapat mengetahui contoh tanaman/hewan dari krida yang terdapat dalam Saka Taruna Bumi. SMKPP Negeri Sembawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed