Jaga Keberlangsungan Sektor Pertanian, Kementan dan DPR RI Dorong Penerapan Pertanian Organik di Lampung Tengah

Lampung Tengah -Komisi IV DPR RI mendukung Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong pertanian organik, yang secara nyata dengan melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh dengan tema Pemanfaatan Pestisida Nabati pada Pertanian Organik dan Transformasi Pertanian Digital Angkatan II bagi Penyuluh Pertanian (13/04) bagi 50 penyuluh Kabupaten Tengah bertempat di Bandar Jaya Business Convention Hotel.

Kegiatan Bimtek di Lampung Tengah ini, merupakan bagian dari kegiatan serupa di seluruh Indonesia yang merupakan inisiasi Komisi IV DPR RI dengan Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP].

Menteri Pertanian [Mentan] Syahrul Yasin Limpo [SYL] dalam berbagai kesempatan mengatakan, Kementan ingin para petani bisa menghasilkan pupuk organik secara mandiri dengan kualitas lebih baik dari pupuk anorganik saat ini.

“Hasil pertanian non pestisida itu punya kualitas lebih bagus dan pasarnya bisa lebih besar. Pupuk organik ini akan semakin menguntungkan ke depan. Seharusnya petani memang bisa memproduksi sendiri,” jelas Syahrul

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP], Dedi Nursyamsi juga mengajak penyuluh senantiasa mengingatkan petani memaksimalkan pemakaian pupuk organik, meningkatkan kualitas tanaman dan kuantitas hasil panen.

“Seperti halnya manusia dan hewan, tanaman butuh makanan setelah oksigen dan air. Makanannya disebut sebagai unsur hara, untuk pertumbuhan tanaman,” dan pupuk organik merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi kata Dedi Nursyamsi

Pada kesempatan berbeda, Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi menyampaikan produk pertanian yang ramah lingkungan saat ini mulai menjadi tren dan banyak dicari konsumen. Pertanian ramah lingkungan dapat didukung melalui penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman.

Baca Juga :   Manfaatkan Ampas Almond, Siswa SMKPP Kementan Olah Menjadi Cookies Lezat

“Karena tanpa kita sadari saat ini telah banyak produk pertanian yang ditawarkan pada masyarakat mengandung berbagai bahan berbahaya (misalnya residu pestisida sintetik) yang terikutkan dalam produk pertanian yang dapat mengancam kesehatan masyarakat apabila dikonsumsi dalam jangka panjang,” ujar Dwita

“Salah satu upaya pengurangan pestisida kimia adalah pestisida nabati yang bahan bakunya berasal dari alam mudah diperoleh di sekitar kita.

Selain itu peluang pasar pestisida nabati juga masih terbuka lebar di Indonesia sehingga penting bagi kita semua untuk berupaya mengembangkannya,” tutur Dwita.

Narasumber bimtek Widyaiswara BPP Lampung Ayu Octavia memaparkan materi tentang pestisida nabati untuk pertanian organik.

“Pestisida Nabati merupakan pestisida yg berasal dari tanaman berupa daun, batang, ranting, buah, biji atau akar. kandungan senyawa yg digunakan untuk mengatasi hama penyakit tanaman,” ujar Ayu

“Pestisida nabati yang digunakan tidak meninggalkan residu pada tanaman, Pestisida nabati mudah terurai sehingga penggunaannya harus sesering mungkin. Hal-hal yang dapat mengurai pestisida nabati yaitu hujan dan terik matahari,” tambah Ayu.

“Penggunaan pestisida nabati secara bertahap, artinya penggunaan pestisida kimia dikurangi sedikit-sedikit dan pestisida nabati ditingkatkan sampai 100% secara kontinyu. Jenis pestisida nabati yang biasa digunakan berupa daun dan buah sirsak, daun dan biji mimba, daun tembakau, daun pepaya, serta lainnya.” tutur Ayu.

Selain Ayu dihadirkan juga narasumber petani milenial Yoga Adi Baskoro yang mengangkat materi transformasi pertanian digital serta materi yang tidak kalah menarik pertanian zero waste oleh Petani Milenial.

Turut hadir pada bimtek ini ketua komisi III DPRD Provinsi Lampung, wakil ketua II DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Lampung Tengah, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Kepala SMKPPN Sembawa.l SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *