Ditjen Perkebunan Pacu Temukan Terbosoan Extra Ordinary Dalam Pelaksanaan Monev

Bogor – Peningkatan kinerja menjadi tuntutan wajib bagi setiap instansi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, sehingga pelaksanaan program pembangunan lebih efektif, efisien, akuntabel dan transparan. Monitoring dan Evaluasi (monev) yang diselenggarakan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian menjadi sangat penting, karena rangkaian data dan informasi beserta analisisnya akan digunakan sebagai bahan penilaian kinerja yang kedepannya akan dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan dalam menentukan kebijakan dan perencanaan di masa yang akan datang sekaligus sebagai feedback terhadap pelaksanaan program yang sedang berjalan.

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah saat membuka Monev Lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan di IPB International Convention Center, Bogor pada Rabu (20/07/2022) mengatakan, dengan Monev ini bisa menemukan terobosan-terobosan pembangunan perkebunan semester I. “Tidak hanya tahun 2022, namun jika memungkinkan tahun-tahun berikutnya”, ujarnya.

Andi Nur Alamsyah mengungkapkan, belajar dari tahun 2021 bahwa target capaian sebesar 94,25% dan capaian per 20 Juli 2022 sebesar 32,46%. Meskipun capaian sudah di atas capaian di bulan Juli tahun 2021 (31,72%), namun belum mencapai target yang kita tentukan sendiri sebesar 55%. “Saya minta dilakukan terobosan yang ekstra ordinary dalam melakukan eksekusi kegiatan, termasuk dalam pelaksanaan monevnya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa untuk tahun 2022 target serapan anggaran kita pada bulan Juli sebesar 55% dan sampai akhir tahun sebesar 96,5%. Saya fikir ini harus kita fikirkan dan eksekusi secara serius agar tidak kedodoran dalam mencapai target,” tegasnya.

“Kita harus terus melakukan upaya-upaya percepatan pelaksanaan kegiatan yang terukur, sehingga kita masih bisa mencapai 32,46%. Saya berharap target triwulan III sampai dengan IV tahun anggaran 2022 dapat tercapai sesuai dengan target yang telah kita tetapkan. Saya berharap lakukan monev dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya monev pada tataran serapan anggaran namun juga pada aspek capaian fisik (output) agar benar-benar program-program kita ini memberikan manfaat kepada petani,” tambahnya. Humas Ditjenbun

Baca Juga :   Petani Milenial Kota Pasuruan Ciptakan Kemandirian Pangan melalui Zero to Hero

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *