Antisipasi El Nino dan Krisis Pangan Global, Kementan Maksimalkan Program Andalannya

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) beserta jajarannya terus melakukan berbagai macam terobosan-terobosan untuk mengantisipasi fenomena El Nino. Melalui program-program andalannya, Kementan yakin El Nino dapat disikapi secara bijak.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa dalam mengantisipasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global, diperlukan dukungan, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Hal ini tentunya menjadi gerak bersama untuk membangun pertanian nasional.

Kemetan telah melakukan berbagai macam kegiatan untuk mengkonsolidasi, kekuatan dan potensi pertanian. “Khususnya untuk menjaga ketahanan pangan nasional kita”, ungkap Menteri Syahrul.

Selain itu Kementan juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global. Salah satu kuncinya adalah petani harus terus dapat berproduksi tanpa mengalami kendala apapun, ucapnya lagi.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika program utama Kementan adalah juga untuk mengantisipasi El Nino dan antisipasi krisis pangan global sebagai dampak pandemi, perubahan iklim, perang Rusia-Ukrania.

“Untuk itu saya mengajak semua untuk menyamakan langkah dalam antisipasi masalah ini,” katanya.

“Kami sudah melakukan identifikasi terhadap berbagai tantangan yang akan dihadapi sehubungan dengan ancaman perubahan iklim. Langkah mitigasi dan adaptasi tersebut tentu membutuhkan kerja sama lintas stakeholder yang baik agar petani tetap dapat berproduksi dan meningkatkan produktivitasnya,” harap Kabadan Dedi.

Dalam acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 24 bertemakan Program Badan Karantina Pertanian Dalam Antisipasi Dampak Iklim Ekstrim (El Nino) dan Krisis Pangan Global, Selasa (20/06/2023) di AOR BPPSDMP Sekretaris Badan PPSDMP, Siti Munifah mengatakan bahwa saat ini dimana saja telah ada warning terkait perubahan iklim ke seluruh pelosok Indonesia dikarenakan berakibat pada krisis pangan global.

Baca Juga :   Hadapi El Nino, Kementan Tingkatkan Fungsi dan Peran BPP

“Perubahan iklim berdampak pada krisis pangan global sehingga ada kemungkinan penurunan produksi sampai dengan 30 persen”, ujar Munifah.

Sedangkan Narasumber Ngobras merupakan Kepala Pusat karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian (Barantan), A.M Adnan mengatakan salah satu peran Barantan dalam antisipasi krisis pangan global dan El Nino yaitu peningkatan pengawasan lalulintas komoditas pertanian khususnya benih jagung melalui pelaksanaan tindakan karantina untuk mencegah masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK pada komoditas jagung.

Diharapkan adanya bantuan pemerintah pusat untuk dukungan regulasi dan kemudahan layanan Bantuan sarpras sebagai stimulus.

Adnan menambahkan, sesuai arahan Mentan SYL, Badan Karantina Pertanian harus menjaga kecukupan dalam negeri, mengerakan perekonomian masyarakat, stabilitas harga dalam negeri dan pemulihan ekonomi rakyat serta bantalan resesi global.

“Peran Badan Karantina Pertanian dalam akselerasi ekspor, memiliki konsep cukupi produk dalam negeri, selebihnya ekspor, tutupnya. HV/NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *