Mampu Ekspor Salak dan Perbaiki Manajamen, Gapoktan Ngudi Luhur Magelang Raup Cuan Milyaran

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pembinaan dan pendampingan pada Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Hal ini dilakukan guna menggenjot produktivitas dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengatakan bahwa untuk menjadikan pertanian maju, mandiri, dan modern harus mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang berkualitas termasuk wanita taninya.

“Keberadaan para petani juga sangat vital dalam mewujudkan pencapaian ketahanan pangan. Dalam penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pemberdayaan KWT dan KEP dilakukan guna meningkatkan skill dan pengetahuan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan bagi para petani.

“Dengan target KWT dan KEP diharapkan dapat mengembangkan potensi kemampuan para wanita tani dan kelembagaan petani agar menjadi SDM yang mandiri dan bermanfaat dapat tercapai”. ujarnya.

Untuk itu, BPPSDMP melalui Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) telah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Pengembangan KEP dan KWT Lokasi SIMURP Komponen A Tahun 2023” di Hotel Aston Inn Semarang.

Pada kegiatan tersebut, peserta bimtek juga melakukan kunjungan lapang ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, penghasil salak Nglumut/Pondoh yang pemasannya ke pasar modern bahkan ekspor ke China, Thailand, dan Kamboja.

Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya menjelaskan, kegiatan bimtek ini sebagai penguatan KEP dan KWT di wilayah binaan program SIMURP khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Disini para peserta bisa belajar, tidak hanya teori saja tapi langsung kelapangan melihat KEP atau Koperasi yang maju di Kabupaten Magelang,” jelasnya. (7/7/2023)

Baca Juga :   Dongkrak Produktivitas Tebu, Pemkab Blitar dan BBPP Ketindan Kerjasama Latih Petani Tebu

Agus Suryono, Ketua Gapoktan Ngudi Luhur menceritakan, Gapoktan yang dibinanya masih dibawah naungan Kepala Desa. “Gapoktan kami punya usaha pengembangan pemasaran ekspor ke supermarket dan ekspor, lembaga keuangan makro simpan pinjam  pengembangan wisata kebun, pengembangan hutan lestari dan pengolahan.

“Salak sudah disortir Poktan dikirim ke poktan, yang tidak lulus sortir akan dijual ke pasar dan yang tidak lulus sortir gapoktan akan dibuat olahan seperti manisan, kripik, jenang, geplak, dan permen. Untuk pengembangan hutan lestari menghasilkan produk madu, kopi dan kayu. Sedangkan kelompok ternak akan menghasilkan kompos, pupuk organik dan susu kambing,” katanya.

“Namun yang paling menonjol di gapoktan ini adalah pengolalaan keuangan mikro yang diawasi OJK walaupun berbentuk koperasi karena mempunyai beberapa tabungan san simpan pinjam bagi anggota layaknya sebuah perbankan. Seperti tabungan Gemuntus (gerakan mangatus), Sihara (simpanan hari raya) dan Sibulan (simpanan bulanan). Awal dananya dari program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sebesar Rp 100jt dari Kementerian Pertanian. Anggaran tersebut kita kelola, dan sekarang sudah menjadi milyaran,” tambah Agus.

Agus kembali menceritakan, untuk mencapai salak sampai ekspor tidaklah mudah. Mulai dari registrasi lahan poktan, mencari buyer serta komitmen. Syarat yang diekspor juga berbeda-beda tergantung negara tujuan, seperti China kematangan 65 persen sedang di Thailand kematangannya 80 persen. Sedangkan dalam mencari pasar ekspor, kita mengikuti paperan taraf asia yang di fasilitasi Kementan, diaitulah kita mencari pasar ekspornya.

Menurut Agus, petani salak binaannya juga terus mendapatkan pendampingan dari penyuluh juga Sekolah Lapang (SL). “Kalau penyuluh juga terkadang memfasilitasi mendatangkan konsultan yang ahli dibidangnya agar petani bisa menghasilkan produk layak ekspor,” ucapnya.

Baca Juga :   Di Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, Kementan Siapkan Langkah Mitigasi dan Adaptasi El Nino

Kepada peserta bimtek, Agus mengajak KWT dan KEP tetap semangat dan mengajak milenial untuk bertani agar berkembang bersama menguatkan pertanian, terus berkarya agar bisa menembus pasar ekspor.  NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *