Dukung Gernas Hadapi El Nino, Kementan Optimalkan Program Andalannya

JAKARTA – Kebutuhan air dalam usaha tani sangatlah penting, aliran-aliran air dari sumber air yang tidak bisa sampai ke lahan sawah dan tidak dapat dimanfaatkan oleh petani dapat dibantu alirannya melalui jaringan irigasi tersier. Jaringan irigasi tersier adalah komponen mutlak dalam jaringan sistem irigasi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa Kebutuhan air dalam usaha tani sangatlah penting, aliran-aliran air dari sumber air yang tidak bisa sampai ke lahan sawah dan tidak dapat dimanfaatkan oleh petani dapat dibantu alirannya melalui jaringan irigasi tersier.

“Jaringan irigasi tersier adalah komponen mutlak dalam sistem irigasi. Pasalnya, jaringan irigasi tersier berperan mengairi wilayah persawahan dan langsung berhubungan dengan para petani. Adapun efek yang langsung dirasakan petani dari manfaat saluran irigasi adalah penambahan indeks tanam”, ujar Mentan SYL.

Pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 29, Jumat (18/08/2023) dari Ruang AOR, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kita harus antisipasi dan mitigasi terhadap El Nino dengan mencari solusi dalam pengairan lahan pertanian selain menggunakan air hujan.

“Air hujan merupakan sumber irigasi utama, selain itu kita dapat manfaatkan air tanah untuk irigasi dengan dialirkan melalui pipa ke lahan pertanian dan juga air yang ada dibawah tanah dapat di pompa keatas untuk mengaliri lahan pertanian”, ujar Kabadan Dedi.

Menurut Narasumber MSPP, Emir Kartarajasa yang merupakan Koordinator Pengembangan Sumber Air, Ditjen PSP mengatakan bahwa permasalahan saat El Nino datang yaitu mundurnya awal musim tanam. Sehingga hal ini dapat menurunkan produktivitas tanaman, menurunnya luas panen dan berkembangnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Baca Juga :   Balitbangtan Aplikasikan Teknologi RAISA di Food Estate Kalimantan Tengah

Untuk penanganan kekeringan dapat dilakukan dengan pengawalan ketat Gilir Girin, irigasi dari waduk, pengembangan sumber air melalui irigasi Perpompaan atau Irigasi perpipaan. Selain itu ada juga pemanfaatan irigasi air tanah tangkal dan normalisasi saluran, ungkap Emir.

Emir menambahkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan Irigasi Perpompaan dan Irigasi Perpipaan adalah untuk membangun sistem irigasi perpompaan dan perpipaan untuk mendukung komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

“Sedangkan irigasi Perpipaan berbentuk saluran tertutup, tanpa menggunakan pompa air yang murni gravitasi dapat menggunakan bantuan pompa air sebagai sarana distribusi air irigasi”, tutup Emir. HV/NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *