Antisipasi Elnino Kementan Pastikan Ketersediaan Gula Aman

DI. Yogyakarta – Kondisi el nino di Indonesia diprediksi akan tetap ada hingga bulan September 2023. Tantangan perubahan iklim ini tentu berdampak signifikan terhadap keberlanjutan stok bahan baku pertanian termasuk tanaman perkebunan.

Pemerintah tentu tak tinggal diam, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan sigap melakukan antisipasi agar bahan baku perkebunan tetap tersedia, khususnya kebutuhan gula kedepannya bisa terjamin dan stok aman.

Untuk memastikan ketersediaan kebutuhan gula, Ditjen Perkebunan mengadakan kegiatan taksasi produksi tengah giling tahun 2023, demi memperoleh data dan informasi mengenai potensi ketersediaan atau produksi Gula Kristal Putih dari PG di seluruh Indonesia secara akurat dan menyeluruh.

Pada tahun 2023 ini jumlah pabrik gula yang aktif sebanyak 58 pabrik gula dari 21 perusahaan gula yang ada di Indonesia. Untuk musim giling tahun 2023 rata-rata secara umum saat ini memasuki puncak dan akan berakhir bulan Oktober – November 2023.

“Perlu adanya upaya antisipasi pencegahan terhadap kegiatan pengembangan tebu diantaranya pemberian bahan organik untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah, dan pembuatan atau pemeliharaan embung sebagai tempat pemanenan air hujan untuk sumber pengairan pada saat terjadi kekeringan,” ujar Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan.

Andi Nur menambahkan, sedangkan untuk pemilihan varietas tebu harus disesuaikan dengan kondisi saat ini (penggunaan varietas toleran kekeringan) dan pemanenan tebu pada wilayah kering lebih diutamakan.

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama taksasi produksi awal giling tahun 2023 yang dilaksanakan pada bulan april 2023 bahwa perkiraan produksi gula tahun 2023 sebesar 2.74 juta ton. Sedangkan berdasarkan hasil penyusunan Angka Estimasi Tahun 2023 disepakati target produksi gula tahun 2023 yang disusun oleh Ditjen Perkebunan, Pusdatin Kementerian Pertanian dan BPS serta hasil Rakortas Gula bulan Oktober tahun 2022 sebesar 2,6 juta ton.

Baca Juga :   Kementan Ikuti ASEAN Cocoa Club, Demi Atasi Situasi Global Kakao

“Diharapkan pada pertemuan taksasi produksi tengah giling hari ini dapat mengevaluasi perkembangan giling saat ini dan perkiraan total produksi gula sampai dengan akhir giling tahun 2023,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Heru Tri Widarto, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian mengatakan, berdasarkan data sementara yang sudah masuk dari perusahaan gula, saat ini dilaporkan sudah hampir 90% perusahaan gula menyampaikan data perkiraan produksinya sampai dengan akhir giling 2023.

“Kami berharap pertemuan taksasi produksi tengah giling tahun 2023 ini dapat berjalan dengan lancar dan semua data terkait dengan produksi tebu dan gula dari masing-masing perusahaan dapat disampaikan kepada kami untuk dapat kami kompilasikan, sehingga data ketersediaan gula dapat terhimpun secara akurat dan menyeluruh,” harapnya. Humas Ditjenbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *