Nabila Petani Milenial Asal Ciwidey yang Sukses kembangkan Oalahan Teh

Tangerang – Petani perempuan di Indonesia terus mengalami rintangan dalam banyak hal. Perempuan berperan hampir pada semua tahap produksi namum mereka kekuarang akses terhadap layanan tanah, kredit, dan penyuluh. Lain halnya dengan Nabila, petani milenial komoditi teh ini memberikan empowerment terhadap petani perempuan yang berada di Ciwidey dan mengelola produk usahanya bernama Arafa Tea

Menurut Nabila, petani perempuan mempunyai keterbatasan mulai dari jarang dirumah dan anaknya tidak terurus. “Karena saya mahasiswa saya melakukan empowermentnya melakukan dengan anak-anak disana, memberikan edukasi tentang entrepreneurship bagi para petaninya. Karena kebetulan di Ciwidey banyak petani teh yang punya perkebunan tetapi tidak tau cara untuk mengelolanya. Lalu disitu saya melakukan edukasi lebih ke empowerment ke petani disana.” ujarnya (8/9/23)

Nabila juga menjelaskan produk dari komoditi teh yang bernama Arafa Tea ini terbentuk sejak 2012 dan oalahannya bernama Single Origin. Produk Arafa Tea ini juga menggunakan 2 macam jenis pohon teh Camellia Sinessis dan Assamica.

“Pasar penjualannya pasti, karena kalau jaman sekarang enggak lepas dari online dan produk ini  ada di e-commerce, instagram dan promosi dari pameran atau exhibition-exhibition. Tidak hanya itu, pemasarannyaKita juga juga melalui exhibition luar seperti SIAL interfood di France, acara pameran di Korea dan juga di Malaysia.” ucapnya.

Milenial perkebunan ini juga menceritakan, selama Covid 19, produk Arafa Tea terus menciptakan inovasi yang bernama Tea & Friends. “Kita bikin teh dengan rempah-rempah, ada mint, ada jeruk, ada herbal jahe pokoknya berbahan rempah. Karena kan saat itu lagi lumayan butuh imunitas dan butuh yang namanya kesegaran. Kita bikin bagaimana caranya keresahan dari masyarakat kita coba cari solusinya, yaitu membuat teh yang memang dibutuhkan saat itu yaitu untuk kesehatan,” katanya.

Baca Juga :   Perkuat Jajaran SDM Kelapa Sawit, Kementan Bersama BPDPKS dan Pemda Tandatangani SPK Pelatihan

“Petani-petani sekarang butuh inovasi baru agar bentuknya itu beda, karena setiap generasi melihat sesuatu hal itu berbeda . Misalkan kita pakai cara lama, ya enggak akan kena. Jadi kalau ada yang ingin menjadi petani milenial atau pertanian atau perkebunan dibidang teh, ya coba saja apa yang kalian sukai dan lakukanlah karena petani milenial itu harusnya lebih banyak inovasi yang dilakukan.” tegasnya

“Acara BUNEX EXPO 2023 ini mempunyai impact besar, terbukti tadi banyak eksportir kesini, ada diskusi-diskusi. Akhirnya kita dapat tawaran ekspor dari beberapa negara  jadi kita banyak link dan relasi.” tutupnya. Humas Ditjenbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *