Literasi Pertanian Cerdas menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

JAKARTA – Perpustakaan merupakan hal penting dalam mengawal pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Perpustakaan juga telah memberi frame akademik terhadap agenda intelektual para petani dan penyuluh.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan, informasi dan literasi melalui bacaan buku sangat penting bagi pengetahuan 40 juta petani di seluruh Indonesia, terutama bagi 82.000 orang penyuluh.

Menurut saya, perpustakaan itu nilainya sangat tinggi, ungkap Mentan Syahrul. Karena ada tiga hal yang terakumulasi di sana. Pertama, frame akademik intelektual. Kedua, manajemen sistem yang terukur. Ketiga, referensi membangun perilaku manusia terutama bagi leadership”, jelas Mentan Syahrul lagi.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa terjadi peningkatan produktivitas kerja, khususnya di lingkup BPPSDMP.

“Kita harus mengembangkan SDM pertanian berdaya saing dan berjiwa Wirausaha, Maju, Mandiri dan Modern”, ujar Kabadan Dedi.

Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) volume 33 bertemakan Literasi Cerdas Bersama Pustaka Kementan, Jumat (15/09/2023) di Ruang AOR BPPSDMP Kementan Narasumber MSPP, Kepala Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Sekretariat Jenderal, Kementan Muchlis mengatakan bahwa pentingnya literasi pertanian di level mikro. Diantaranya membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait dengan teknologi atau inovasi yang mendukung usaha tani, membantu implementasi teknologi atau inovasi untuk mendukung usaha tani.

Sedangkan dilevel makro yaitu meningkatkan pemahaman mengenai kondisi, tantangan dan pentingnya sektor pertanian atau penyusutan lahan pertanian, lost generation, perubahan iklim, pemenuhan kebutuhan pangan”, ujar Muchlis.

Muchlis menambahkan bahwa perpustakaan pertanian dan biologi tertua di Indonesia didirikan pada Mei 1842. Diawali dengan pembelian 25 judul buku dan pada akhir tahun 2022 berubah menjadi Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian.

Baca Juga :   Strategi Pengembangan Kakao

“Di perpustakaan ini untuk sumber daya tercetak ada 57.000 Judul, 83.487 eksemplar. Koleksi antiquariat ada 8.620 judul, 11.000 eksemplar, sedangkan untuk elektronis atau digital ebook ada 1.100 Judul, Repository 16.796 judul, imbuhnya. HV/NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *