Produksi Pangan, Petani Madura Panen Jagung Berlimpah di Musim Hujan

MADURA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan hasil panen jagung periode Maret – April melimpah, hal tersebut sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Luas panen jagung pada bulan Maret seluas 405 ribu hektare dengan produksi 2,29 juta ton pipil kering dan April seluas 318 ribu hektare dengan produksi 1,76 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman optimistis produksi jagung tersebut mampu digenjot hingga berdampak terhadap peningkatan produksi secara nasional sehingga Indonesia mampu mengembalikan keadaan dengan stop impor dan kembali ekspor jagung.

“Sekali lagi khusus jagung kami sudah rapat bersama dengan para pihak dan kami tutup rapat tersebut dengan tidak impor. Selanjutnya Bulog dan pengusaha pakan wajib menyerap,” kata Amran usai meninjau gerakan tanam padi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (18/3/2024) lalu.

Selain menutup keran impor, Mentan juga meminta Perum Bulog bersama Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) segera memaksimalkan penyerapan sehingga harga jagung di tingkat petani tak anjlok.

Sementara itu di Pulau Madura juga memulai panen jagung, salah satunya di Kabupaten Pamekasan. Adanya harga jagung yang anjlok, tidak menyurutkan petani jagung di Kecamatan Larangan, tepatnya di Poktan Darma Bhakti Desa Duko Timur, Kabupaten Pamekasan untuk memanen jagungnya. Dari total luas lahan seluas 2.174 Ha, saat ini petani memulai panen seluas 1 Ha atau sekitar 20% dari total luas lahan milik petani jagung. Potensi panen di Kecamatan Larangan sangat bagus, saat ini produktivitas mencapai 13 ton per Ha, dengan varietas advanta bajo.

Panen perdana di Poktan Darma Bhakti dilakukan bersama oleh seluruh petani yang tergabung di Poktan Darma Bhakti, Koordinator Penyuluh BPP Larangan serta penyuluh pendamping di Desa Duko Timur.

Baca Juga :   Kementan Bantu Rp 7 Milyar Pengembangan Perkebunan di Kolaka Timur

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan,

“Seebagai insan pertanian, tugas kita bersama untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian” kata Dedi.

Dedi menekankan pentingnya inovasi dan teknologi dalam mendongrak produktivitas pertanian. Selain itu keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian.

Koordinator BPP Kecamatan Larangan Pamekasan, Didik Haryono, berharap panen jagung ini dapat menjadi dukungan lumbung pangan cadangan pangan di Kabupaten Pamekasan, khususnya di Kecamatan Larangan.

“Puncak panen jagung masih di bulan April mendatang jadi kebutuhan Ramadhan dan hari raya tercukupi,” ujar Didik.

Hamdun, petani di Poktan Darma Bhakti Desa Duko Timur menuturkan, panen jagung kali ini bagus dan naik dari biasanya karena didukung kecukupan hujan.

“Panen kali ini sangat bagus, sebab tanah kami sifatnya tadah hujan walaupun pupuk bersubsidi terbatas kami menggunakan pupuk organik dan pupuk cair hayati disini agar kualitas jagung juga bagus,”tutur Hamdun.

Sebagai penyuluh pendamping di Desa Duko Timur, Yuli Astini Irawati, juga mengatakan hasil panen yang bagus tentunya sejalan dengan usaha memaksimalkan sumber daya.

“Kami disini berusaha memaksimalkan segara sumber daya yang ada, misalnya pemilihan bibit unggul, penggunaan pupuk berimbang dan tidak tergantung dengan situasi terbatasnya pupuk bersubsidi. Dan alhamdulillah hasil panen jagung sangat luar biasa,”pungkas Yuli. Yeniarta/Yuli Astini/Asep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *