Cegah Dampak El Nino, Kementan Kick Off Tanam Padi Gogo di Lahan Kelapa Sawit Kalsel

Tanah Laut – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan lakukan penanaman perdana kelapa sawit tumpang sari dengan padi gogo di lahan milik pekebun penerima kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin, (8/3).

Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk terus lakukan akselerasi peningkatan luas tanam serta produksi padi dan jagung selama tahun 2024.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah bersama jajarannya berkomitmen mendukung pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa, Pompanisasi Lahan Tadah Hujan, dan Tumpang Sisip Padi Gogo tahun anggaran 2024, sebagaimana arahan Mentan, melalui program perkebunan khususnya Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria), guna perluasan lahan tanam pangan padi gogo di lahan perkebunan.

“Sesuai arahan Bapak Menteri, kami berkolaborasi dengan berbagai pihak guna menyiapkan lahan perkebunan dan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) penerima kegiatan tumpang sisip padi gogo sebagai upaya penambahan luas tanam padi khususnya padi gogo serta mengantisipasi krisis pangan nasional di lahan perkebunan,” ungkap Andi Nur.

Sejalan dengan arahan Mentan dan Dirjen Perkebunan, hadir perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan, Ratna Rubandiah mengatakan potensi luas areal tanam padi gogo di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 5.568 ha, khusus di Kabupaten Tanah Laut terdapat potensi seluas 436 ha.

“El Nino berdampak pada turunnya produksi pangan, guna mengatasi kondisi ini dilakukan percepatan peningkatan produksi padi yang salah satu upayanya adalah menanam padi di lahan Perkebunan Kelapa Sawit, karena itu saat ini dilakukan penanaman perdana padi Gogo di lahan pekebun kelapa sawit penerima Program PSR. Ini menjadi strategi antisipasi Indonesia darurat pangan dengan memanfaatkan lahan perkebunan sebagai tanaman sela (padi gogo),” jelas Ratna.

Baca Juga :   Lawan Perubahan Iklim dan Krisis Pangan Global, Kementan Dorong Pertanian Cerdas Iklim

Menurut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi mengatakan, kelapa sawit merupakan penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor tambang di Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan menanam padi gogo di Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut selama tanaman belum menghasilkan, tentunya semakin menambah pendapatan dan kesejahteraan petani sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati Kabupaten Tanah Laut, Syamsir Rahmat yang mewakili Gubernur Kalimantan Selatan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kementan yang telah menggelar Kick Off program Kesatria di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Semoga pelaksanaan program Kesatria ini dapat berjalan baik, lancar, dan sukses, tidak hanya sebagai ketahanan pangan nasional serta menjadi percontohan secara nasional, program ini juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan,” harap Syamsir Rahmat. Humas Ditjenbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *