Kementan Dorong Penumbuhan Kelembagaan P4S di Tanah Papua

MALANG – Berdasarkan Permentan Nomor: 33/Permentan/SM.230/7/2016,tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), dan Keputusan Kepala Badan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Nomor : 181/Kpts/OT.020/I/11/2023 tentang Pembagian Wilayah Kerja UPT Pelatihan di Lingkup BPPSDMP, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menjadi Pembina P4S untuk Provinsi Jawa Timur, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Tahun 2024, BBPP Ketindan mendapat mandat untuk menumbuhlan P4S baru di Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Walaupun saat ini ditargetkan hanya dua P4S, namun tidak membatasi lahirnya P4S-P4S baru di Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan dengan pendampingan dari dinas pertanian atau peternakan setempat dan BBPP Ketindan.

BBPP Ketindan melaksanakan sosialisasi penumbuhan P4S untuk Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, Selasa, (19/03/2024), melalui aplikasi zoom meeting.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya percepatan penumbuhan P4S di Tanah Papua dan sekitarnya, serta menyelaraskan pembentukan P4S dan langkah-langkah selanjutnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan, bahwa P4S didirikan, dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok.

“Karena itu, pengembangan SDM pertanian diarahkan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk membentuk kepribadian yang mandiri bagi SDM pertanian khususnya petani,”jelas Dedi.

Dedi menambahkan, melalui pengembangan sumber daya manusia membuat orang menjadi lebih kompeten, unggul dan mampu berdaya saing dalam situasi apapun. P4S harus mampu menggodok seseorang yang dapat memenuhi dimensi kompetensi itulah tantangan sebuah P4S.

Ketua Tim Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, Astutiningsih dalam sambutannya mewakili Kepala BBPP Ketindan, mengatakan bahwa mulai November tahun 2023 Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan menjadi wilayah binaan BBPP Ketindan untuk P4S nya, maka sangat penting sekali untuk mensosialisasikan terkait P4S.

Baca Juga :   Bersama Pemkot Palembang Kementan Pastikan Ketersediaan dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok dan Barang Aman

“Kami menyadari bahwa jangkauan kami dalam memberikan penjelasan tentang P4S pasti terdapat keterbatasan secara waktu dan tenaga. Oleh karena itu melalui zoom meeting diharapkan sebagai jembatan bagi kami dan Bapak/Ibu semua untuk mengenal P4S.

Astutiningsih dalam sesi tersebut juga menjelaskan, kepada semua peserta perwakilan masing-masing dinas Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan, apa itu P4S, prinsip P4S, ciri kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, peran kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, standarisasi P4S, akreditasi P4S, penumbuhan dan pengembangan kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, mekanisme dan penanggungjawab pengembangan kelembagaan pelatihan pertanian swadaya,

Kegiatan diisi dengan materi sosialisasi dan tanya jawab yang langsung dipandu oleh Astutiningsih, dibantu oleh Ketua Tim Kerja Program dan Kerjasama, Musdalipah, dan widyaiswara pengampuan penyuluhan.

Dari diskusi dan tanya jawab yang dibangun melalui kegiatan sosialisasi ini seluruh peserta antusias dalam melakukan penumbuhan P4S di masing-masing wilayah. Hal ini merupakan respon positif agar petani-petani di tanah Papua membangun kelembagaan yang dikelola secara mandiri dan swadaya sebagai bentuk peningkatan SDM di Papua dan sekitarnya serta mendukung kemajuan pertanian dan SDM di Papua. Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *