Melalui Balai Pelatihan, Kementan Dorong Inovasi Pertumbuhan P4S Provinsi Jatim

MALANG – Perhelatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 10 Tahun 2024 bagi Petani, Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) bertema “Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional” yang digelar oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan juga diwarnai dengan giat pameran produk petani dan pemberian bantuan penguatan kelembagaan tahun 2024.

Pelaksanaan pameran produk pada Rabu (5/6/2024), diikuti oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) dari 22 kabupaten di Provinsi Jawa Timur juga diikuti oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, dan BBPP Ketindan sebagai tuan rumah.

Berbagai gelar produk disajikan oleh P4S mulai dari komoditas pertanian, peternakan, serta pasca panen atau hasil olahan samping. Seperti aneka pameran tanaman pangan dengan aneka umbi dan hasil olahannya, aneka tanaman hortikultura seperti sayuran, rimpang, buah-buahan serta hasil olahan, aneka tanaman perkebunan dengan berbagai hasil tanaman kopi, coklat, dan kelapa, aneka benih percontohan varietas padi, berbagai olahan dari peternakan seperti susu, yogurt, abon, kefir, sosis, dan olahan kambing domba yang dikemas dalam kaleng, serta aneka produk inovasi smart farming.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi didampingi Sekretaris Badan Siti Munifah, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, Kepala BBPP Ketindan serta Kepala UPT lainnya lingkup BPPSDMP mengunjungi stan pameran setelah dari smart greenhouse K-Smart Farm.

Dedi Nursyamsi mengapresiasi perkembangan pengelolaan dan inovasi P4S di Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa sektor pertanian harus menguntungkan, karena itu harus menerapkan agribisnis.

“Pertanian harus menghasilkan uang. Dalam ilmu ekonomi, yang mengendalikan harga hanya dua, pasokan dan permintaan dan yang bisa dilakukan mensiasati harga tersebut melakukan riset pasar/market intelligent. Pastikan permintaan terhadap komoditi yang kita tanam itu tinggi sehingga saat panen harga juga bagus. Jangan mengandalkan pengepul/tengkulak untuk memasarkan komoditas kita,” tutur Dedi.

Baca Juga :   Koordinasi, Solusi Benahi Legalitas Lahan

“Selain itu, produktivitas tanaman juga harus kita genjot. Caranya menekan ongkos produksi, kurangi penggunaan pupuk kimia, kombinasikan dengan pupuk kompos, gunakan biocontrol, pestisida nabati, dan PGPR,” imbuhnya.

Setelah mengunjungi stan pameran, Dedi lalu memberikan bantuan penguatan kelembagaan tahun 2024 dari BBPP Ketindan, kepada duabelas (12) P4S yakni P4S Kampung Susu Dinasti Kabupaten Tulungagung, P4S Hikmah Farm Kabupaten Kediri, P4S Sari Mulyo Kabupaten Pacitan, P4S Karya Makmur Kabupaten Ponorogo, P4S Tani Makmur 115 Kabupaten Sumenep, P4S Ustand Mandiri Kabupaten Bojonegoro, P4S Tanian Jamur Kabupaten Sampang, P4S Organikmat Ngompro Kabupaten Ngawi, P4S Porang Kepel Kabupaten Madiun, P4S Arboretum Farm Kota Batu, P4S Wiji Makmur Kabupaten Sidoarjo, dan P4S Putra Wicaksono Kabupaten Pasuruan.

Selain itu juga dibagikan sertifikat P4S untuk 159 P4S dari 30 kabupaten dan koota dengan P4S kelas pramata sejumlah 70, kelas madya 71, dan kelas utama 18. Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *