BATU – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang andal. Bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Tani Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, BBPP Batu menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengolahan pakan ternak sapi dan kambing, Rabu (16/07/2025).
Sebanyak 50 petani dan peternak mengikuti Bimbingan Teknis yang dipandu oleh widyaiswara BBPP Batu dari Divisi Nutrisi dan Pakan Ternak, Ari Khiyatil Jaliyah dan Renny Chrisdiana. Peserta mendapatkan materi mulai dari formulasi pakan, teknik pengawetan, hingga pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pakan.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menegaskan pentingnya peningkatan SDM sebagai ujung tombak pembangunan pertanian nasional.
“SDM pertanian adalah kunci dalam mempercepat pembangunan pertanian di Indonesia, khususnya dalam mencapai target swasembada pangan sesuai amanah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” ujar Mentan.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, pelatihan merupakan penggerak utama dalam menciptakan petani yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.
“Terobosan pelatihan yang aplikatif sangat diperlukan agar hasilnya bisa langsung diterapkan di lapangan,” tegasnya.
Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan, menilai kunjungan belajar dari Gapoktan Margo Tani sebagai bentuk silaturahmi sekaligus langkah strategis dalam penguatan kapasitas petani.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, terutama dalam pengolahan pakan ternak yang aplikatif dan bisa disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bimtek ini juga menjadi momentum penting untuk mendorong kolaborasi dan inovasi dalam pengelolaan ternak, mencakup aspek pakan, kesehatan hewan, hingga pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif.
Penyuluh pendamping Gapoktan Margo Tani, Dwi Aji Pangastuti, mengungkapkan bahwa peserta datang dengan semangat belajar tinggi.
“Kendala utama kami selama ini adalah ketersediaan pakan. Peternak masih bergantung pada limbah pertanian dan rumput komersial. Melalui kegiatan ini, kami ingin belajar membuat pakan yang bisa diawetkan dan digunakan saat kondisi tidak memungkinkan mencari pakan segar,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan akan teknologi pengolahan pakan semakin mendesak, terlebih setelah wabah PMK pada tahun 2021 yang menimbulkan kerugian besar bagi peternak.
“Ke depan, kami berharap bisa kembali ke BBPP Batu untuk mempelajari lebih banyak keterampilan, seperti pengolahan produk peternakan pascapanen, termasuk susu dan daging,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BBPP Batu mempertegas perannya sebagai pusat pelatihan strategis yang tidak hanya menyediakan ilmu berbasis praktik, tetapi juga menjadi mitra nyata dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan melalui penguatan SDM peternakan di tingkat akar rumput. SAI/BBPPBATU













