Edukasi Peternak Cara Pengolahan Pakan Silase, DKPP Kabupaten Kediri Gandeng UPT Kementan

BATU – Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) non-aparatur di sektor peternakan, khususnya dalam pengolahan pakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menggandeng Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pakan Silase. Kegiatan yang diikuti oleh 80 orang peternak ini diselenggarakan secara luring di BBPP Batu pada 6–7 November 2025.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor pertanian.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan SDM. Karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa SDM memegang peran kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“SDM adalah faktor utama peningkatan produktivitas pertanian,” tegas Santi.

Kepala BBPP Batu Roby Darmawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan DKPP Kabupaten Kediri yang telah memilih BBPP Batu sebagai mitra dalam peningkatan kapasitas SDM peternakan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. Semoga kolaborasi dapat terus berlanjut dengan tema dan materi pelatihan lain sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkap Roby.

Roby menambahkan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi besar di bidang peternakan. Seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap protein hewani, peluang pengembangan peternakan, termasuk ternak ruminansia seperti sapi dan kambing, masih sangat terbuka.

“Dengan meningkatnya populasi ternak, tentu muncul tantangan dalam penyediaan pakan, terutama di musim kemarau. Karena itu, diperlukan pengelolaan pakan yang baik, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Salah satu upayanya adalah melalui pengolahan pakan yang akan dipelajari hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Kediri, Istar Abadi, menyampaikan bahwa bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menerapkan teknologi pengolahan pakan menjadi silase.

“Dengan penerapan teknologi silase, nutrisi ternak dapat tercukupi, formulasi pakan menjadi lebih tepat, dan nafsu makan ternak meningkat. Dengan begitu, peternak tidak harus setiap hari mencari rumput,” ujar Istar.

Istar menambahkan, peserta bimtek yang berasal dari delapan kelompok ternak juga akan memperoleh bantuan mesin chopper masing-masing satu unit berkapasitas dua ton per hari.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara bijak dan dikelola bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh kelompok maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.

Selama bimtek berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan berupa materi teori dan praktik langsung pembuatan pakan silase, mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga penyimpanan hasil olahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan peternak mampu menerapkan teknologi pengolahan pakan secara mandiri dan berkelanjutan di wilayahnya. Dwi/BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed