MALANG – “Situbondo Naik Kelas”, tagline pemerintah daerah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendorong pertanian dan UMKM lebih maju benar-benar diwujudkan dengan pendampingan-pendampingan yang diselenggarakan langsung bagi pelaku usaha.
Pada Rabu (3/12/2025) dilaksanakan pendampingan bagi petani sentra Kopi di Kecamatan Arjasa, untuk mengembangkan Kemukus si “Emas Hitam” yang hingga saat ini produksinya masih didominasi petani-petani Jawa Tengah. Kemukus adalah komoditas rempah andalan, yang pangsa pasarnya masih terbuka lebar.
Menurut data tercatat bahwa produksi nasional masih belum dapat memenuhi kebutuhan pasar global, yang tersedia hingga mencapai lebih dari 300 ton per tahun.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan, bahwa peningkatan produktivitas pertanian dapat tercapai melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian. Salah satunya, peningkatan SDM penyuluh pertanian melalui pelatihan.
“Kualitas SDM pertanian selalu ditingkatkan, sebab pertanian saat ini harus terus berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Salah satu parameternya tentunya dilakukan melalui kegiatan pelatihan,” ujar Mentan Amran.
Hal ini senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, bahwa peningkatan kompetensi SDM ini sejalan dengan program pemerintah.
“Kami ingin meningkatkan kemampuan SDM untuk mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing,”kata Santi.
Pemangku kebijakan Kabupaten Situbondo menangkap peluang dan kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan petani kopi.
“Selama ini petani kopi hanya mengandalkan penghasilan utamanya dari kopi, sehingga Bupati berharap dengan adanya pengembangan Kemukus sebagai tanaman sela dapat menjadi peluang baru bagi petani kopi,” terang Dadang Aries Bintoro, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Situbondo dalam sambutannya.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sangat mendukung upaya tersebut, dengan menerjunkan salah satu Widyaiswaranya untuk mendampingi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi pengembangan komoditas Kemukus. Kegiatan Bimtek ini diikuti 20 orang petani sentra kopi dari Poktan Delima, Sukmaelang Jaya, dan Alun-alun Jaya, dari wilayah Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo.
“Sosialisasi tentang budidaya kemukus ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani peserta dalam merencanakan kegiatan budidaya tanaman kemukus yang baik. Jadi tidak hanya langsung menerapkan budidaya tanpa arah, tapi petani mulai diajak untuk membiasakan diri bergerak usaha melalui perencanaan, agar dapat ditata kembali perlakuan-perlakuannya jika ada kendala atau ke depan ada upaya nilai tambah dengan standarisasi untuk memenuhi peluang pasar yang lebih besar,” jelas Saptini Mukti Rahajeng, Widyaiswara BBPP Ketindan.
Selama kegiatan pembelajaran, petani diberikan pengetahuan tentang prospek produksi dan pasar, serta bagaimana membudidayakan Kemukus dengan baik. Ajeng*













