Dukung Hilirisasi Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Bekali Peserta Desa Mandesan Pengolahan Jambu Kristal

MALANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus memperkuat peranannya dalam mendorong hilirisasi produk pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menerima kunjungan 50 peserta dari Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Selasa (16/12/2025), yang difokuskan pada pengolahan hasil pertanian pascapanen, khususnya komoditas jambu kristal.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur, meliputi kecamatan, pendamping desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengelola kebun milik desa, PKK, perwakilan lembaga desa, anggota KDMP, serta anggota kelompok tani Desa Mandesan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya pengembangan klaster komoditas pertanian sebagai strategi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Menurutnya, klasterisasi memungkinkan integrasi dari hulu ke hilir, meningkatkan efisiensi produksi, serta menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian.

“Pengembangan klaster komoditas pertanian sangat penting sebagai strategi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Dengan klasterisasi, integrasi dari hulu ke hilir dapat terwujud, efisiensi produksi meningkat, dan nilai tambah produk pertanian tercipta,” ujarnya.

Amran juga menegaskan bahwa hilirisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem produksi di desa, mulai dari peningkatan areal tanam, benih unggul, irigasi, hingga alsintan, yang kemudian mengalir ke industry pengolahan.

Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa sektor pertanian masih menyimpan potensi besar.

“Pengembangan agribisnis berbasis klaster komoditas masih sangat memungkinkan untuk terus digeluti dan dikembangkan,” ujarnya.

Kunjungan dibuka oleh Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BBPP Ketindan, Astutiningsih, yang hadir mewakili Kepala BBPP Ketindan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mandesan Azharuddin, Koordinator Widyaiswara, serta seluruh peserta kunjungan.

Dalam sambutannya, Astutiningsih menyampaikan bahwa BBPP Ketindan merupakan UPT pelatihan di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian yang mendukung pelaksanaan kebijakan strategis pertanian nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden RI.

Astutiningsih berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui praktik langsung ini dapat diterapkan dan dikembangkan di Desa Mandesan.

“Dengan pengelolaan pascapanen yang tepat, komoditas jambu kristal diharapkan tidak hanya menjadi unggulan dari sisi produksi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah serta mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa, “ ujarnya.

Sebagai bagian utama dari kegiatan, para peserta diajak melakukan praktik langsung pembuatan manisan jambu kristal di Laboratorium Pengolahan Hasil BBPP Ketindan. Praktik ini dipandu oleh Widyaiswara BBPP Ketindan, Diana Triswaningsih, yang membimbing peserta mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan mudah diterapkan di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, BBPP Ketindan kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani dan masyarakat desa melalui pelatihan berbasis praktik serta penguatan hilirisasi produk pertanian sebagai bagian dari pembangunan pertanian yang tangguh, produktif, dan berdaya saing. Humas BBPP Ketindan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *