MALANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menerima kunjungan praktik lapang mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (UNISMA), Rabu (17/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 42 mahasiswa semester VII sebagai bagian dari pendalaman mata kuliah Penerapan Smart Farming atau Internet of Things (IoT) di bidang pertanian.
Kunjungan lapang tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan teknologi pertanian modern secara langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pembelajaran aplikatif mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam sistem budidaya pertanian yang efisien, presisi, dan berkelanjutan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan pentingnya penguatan teknologi, mekanisasi, dan inovasi sebagai kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Beliau menekankan bahwa transformasi pertanian modern harus dibarengi dengan pembangunan SDM unggul, percepatan adopsi teknologi, serta pengembangan alsintan yang semakin presisi dan efisien.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pertanian cerdas dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan pemanfaatan teknologi digital harus diiringi dengan penguatan kompetensi petani, penyuluh, dan generasi muda pertanian agar mampu beradaptasi dan berinovasi di tengah tantangan era modern.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa didampingi oleh Siti Asmaniyah Mardiyani selaku dosen pengampu mata kuliah.
Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Smart Green House (SHG) merupakan sistem pertanian terintegrasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperbaiki proses produksi sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Menurutnya, penerapan smart farming mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian serta mendorong terwujudnya sistem pertanian yang berkelanjutan.
“Peningkatan kompetensi di bidang smart farming akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap produktivitas usaha tani. Melalui kunjungan praktik lapang ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan dan menyebarluaskan teknologi smart farming, sehingga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Nurul.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari sejumlah materi strategis, meliputi manajemen nutrisi, pemantauan lingkungan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta manajemen irigasi berbasis teknologi. Selain memahami konsep, mahasiswa juga mengikuti praktik langsung pengoperasian sistem Smart Greenhouse.
Lebih lanjut, Nurul Qomariyah berharap kegiatan ini mampu membentuk pola pikir mahasiswa yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pertanian presisi yang berorientasi pada efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan.
Ia mendorong mahasiswa untuk berperan aktif selama kunjungan berlangsung dan berharap sepulang dari BBPP Ketindan, mahasiswa memiliki peningkatan wawasan dan keterampilan, khususnya dalam penerapan Smart Farming/IoT, guna mendukung pengembangan pertanian modern di masa depan.
Kunjungan praktik lapang ini menjadi wujud sinergi antara dunia akademik dan lembaga pelatihan pertanian dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pertanian modern. Humas BBPP Ketindan













