UPT Pelatihan Kementan Dorong Wirausaha Pertanian Lewat Magang Berbasis Pemasaran

MALANG – Sebanyak 9 peserta magang Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan mengikuti pembelajaran agribisnis di K-Smart Farm. Mereka berasal dari SMKN 1 Purwosari Pasuruan, Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Surabaya, Rabu (28/1/2025).

Tim Promosi dan Pemasaran K-Smart Farm membekali peserta magang dan praktik kerja industri (Prakerin) BBPP Ketindan dengan keterampilan pemasaran agar siap memasuki dunia usaha (DU) maupun dunia industri (DI).

Kegiatan magang menjadi sarana peserta didik memperoleh pengalaman langsung sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Jika di bangku sekolah mereka mempelajari teori pemasaran, di BBPP Ketindan peserta menerapkan strategi pemasaran secara nyata melalui metode learning by doing. Segmen pasar yang disasar adalah end user, khususnya tenaga pendidik dan masyarakat sekitar BBPP Ketindan.

Selama ini pemasaran kerap dipahami sebatas aktivitas menjual produk. Padahal, pemasaran merupakan sistem terpadu yang mencakup perencanaan pasar, penetapan harga, promosi, hingga distribusi produk guna memenuhi kebutuhan konsumen dan mencapai tujuan usaha.

Di BBPP Ketindan, peserta magang belajar merancang dan mengimplementasikan strategi pemasaran secara langsung untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang pertanian. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin tertarik dan termotivasi menekuni sektor pertanian. Sebab, inovasi teknologi dan kualitas produk tidak akan menghasilkan keuntungan optimal tanpa strategi pemasaran yang tepat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, ada dua kunci utama agar generasi muda tertarik terjun ke sektor pertanian, yakni pemanfaatan teknologi tinggi dan kepastian keuntungan.

“Milenial dan generasi Z akan turun ke pertanian jika dua hal ini terpenuhi, keuntungan minimal Rp10 juta per bulan dan penggunaan teknologi tinggi. Tanpa itu, mustahil mereka mau terjun ke lapangan,” tegas Mentan Amran.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya regenerasi petani. Mengingat usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat, regenerasi menjadi kunci ketahanan pangan berkelanjutan. Nining Hariyani*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *