BOYOLALI — Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Susu bagi umahat Pondok Pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2–5 Februari 2026 di Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dan diikuti oleh 40 peserta.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Seminar dan Peningkatan Kemampuan Menuju Pondok Pesantren Darusy Syahadah Mandiri Berkelanjutan serta Bebas Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme Mengarah pada Terorisme. Program ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus membekali keterampilan vokasional bagi umahat dan masyarakat sekitar.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan praktik langsung pengolahan susu menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti yoghurt, susu pasteurisasi, burger patties berbahan susu, serta keju mozzarella. Materi disampaikan oleh widyaiswara BBPP Batu dengan pendekatan aplikatif agar mudah diterapkan secara mandiri di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas manusia merupakan fondasi utama pembangunan sektor pertanian.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan SDM. Karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa SDM menjadi faktor kunci dalam mendorong produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian dan peternakan.
“SDM adalah faktor utama peningkatan produktivitas pertanian,” tegasnya.
Melalui kolaborasi BBPP Batu dan Densus 88 ini, diharapkan peserta semakin mandiri secara ekonomi, memiliki unit usaha produktif berbasis peternakan, serta menjadi contoh penguatan pesantren vokasional yang berkelanjutan dan berdaya saing, sekaligus mendukung upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme di masyarakat. Dian/BBPP BATU













