Kubu Raya – Pemerintah terus mempercepat langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang kini mulai dimatangkan pelaksanaannya di Kalimantan Barat.
Koordinasi awal program tersebut digelar, Rabu (11/03/2026) di Markas Kodam XII/Tanjungpura sebagai upaya menyatukan langkah berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat perluasan areal tanam sekaligus mendorong modernisasi pertanian di wilayah tersebut.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi bagian penting dari strategi besar pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Kita ingin rakyat Indonesia tidak kekurangan pangan. Karena itu percepatan luas tambah tanam harus dikawal sampai ke lapangan. Ini bukan sekadar tanam cepat, tetapi upaya nyata menjaga kedaulatan pangan,” ujar Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan produksi pangan nasional.
Menurutnya, keberhasilan program strategis seperti Cetak Sawah Rakyat tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga unsur TNI dan para petani di lapangan.
“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci. Kami hadir di tengah petani untuk memastikan semua pihak bergerak bersama dalam mendukung peningkatan produksi pangan,” jelasnya.
Koordinasi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Ugik Romadi sebagai Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Kalimantan Barat. Hadir pula Kepala BRMP Kalimantan Barat Anjar Suprapto, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Putra Widiastawa, Pangdam Kodam XII/Tanjungpura Novi Rubadi Sugito, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Herti Herawati, serta Tim LIP yang diwakili oleh German Silaen.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 166/Kpts./PW.020/M/02/2026, Kalimantan Barat mendapat target cetak sawah seluas 7.100 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Beberapa wilayah menjadi titik prioritas dalam program CSR tersebut, antara lain, Kabupaten Ketapang dengan target 1.000 Ha, Kabupaten Sekadau dengan target 950 Ha, Kabupaten Kapuas Hulu dengan target 850 Ha, Kabupaten Kubu Raya dengan target 600 Ha.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan baru, tetapi juga diarahkan untuk mendukung modernisasi pertanian, termasuk pemanfaatan mekanisasi serta sistem budidaya yang lebih efisien dan produktif.
Selain program CSR, pemerintah juga menargetkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi gogo di Kalimantan Barat mencapai 40.473 hektare. Target tersebut didukung oleh ketersediaan pupuk subsidi sebesar 181.378 ton guna menjaga produktivitas lahan dan keberlanjutan usaha tani.
Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, implementasi program Cetak Sawah Rakyat di Kalimantan Barat diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani di daerah. BBPP BATU









