Kapuas – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi berbasis mekanisasi, salah satunya dengan melibatkan petani dalam pengoperasian drone pertanian di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kapuas, Kalimantan Tengah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam dan peningkatan produktivitas padi di lahan CSR, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian berbasis teknologi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan harapannya agar program CSR mampu memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian pangan nasional. Ia menargetkan lahan cetak sawah dapat menghasilkan dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
“Potensi alam yang subur serta ketersediaan air yang melimpah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ujarnya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa program CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya percepatan tanam di lahan yang telah dicetak.
“Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terus didorong. Tantangan ke depan adalah mempertahankan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional, bahkan menuju lumbung pangan dunia,” jelasnya.
Senada, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya optimalisasi lahan CSR melalui modernisasi pertanian, pelibatan generasi muda melalui Brigade Pangan, serta penguatan sumber daya manusia.
Sebagai implementasi di lapangan, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menggelar pembekalan teknis pengoperasian drone pertanian pada Selasa (17/3/2026).
Kegiatan ini ditujukan bagi personel Brigade Pangan di Desa Bina Mekar, Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, guna mendukung percepatan tanam di lokasi CSR.
Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Angga Tri A.P., menyatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian.
“Ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk memodernisasi pengelolaan lahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui pembekalan ini, para personel Brigade Pangan diharapkan mampu memanfaatkan teknologi drone secara efektif dalam kegiatan pertanian.
Materi pelatihan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari navigasi udara, pemetaan lahan skala luas, hingga pemeliharaan perangkat drone pertanian.
Dengan pemanfaatan teknologi drone pertanian, Kementerian Pertanian terus memperkuat transformasi menuju pertanian modern yang lebih efisien, presisi, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas lahan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. BBPP BATU








