Tingkatkan Kompetensi, UPT Pelatihan Kementan Latih Tenaga Kesehatan Hewan Waropen

Batu – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) peternakan melalui penyelenggaraan Pelatihan Dasar Fungsional Paramedik Veteriner bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Waropen, Provinsi Papua.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 14 hari, mulai 24 April hingga 7 Mei 2026, dan diikuti oleh 6 orang paramedik veteriner dari Kabupaten Waropen.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan kunci dalam menjaga kualitas dan daya saing sektor pertanian nasional.

“SDM yang kompeten adalah fondasi utama. Kita harus memastikan setiap proses produksi, termasuk penyembelihan hewan, dilakukan sesuai standar agar menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan profesionalisme pelaku sektor pertanian dan peternakan.

“BPPSDMP terus mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi yang terintegrasi. Juru sembelih halal yang kompeten memiliki peran strategis dalam menjamin kehalalan dan keamanan produk pangan asal hewan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Pembukaan pelatihan dilaksanakan Kamis (23/04/2026) di BBPP Batu dihadiri oleh Kepala BBPP Batu yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum, Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Waropen, serta widyaiswara BBPP Batu.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Umum BBPP Batu, Sjaifurahman, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi paramedik veteriner menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan SDM peternakan.

“Waropen dikenal sebagai negeri seribu bakau yang memiliki potensi besar di sektor peternakan dan kesehatan hewan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi hal yang sangat penting. Upgrading ilmu harus berjalan seiring dengan peningkatan jenjang jabatan dan kepangkatan, sehingga setiap paramedik veteriner mampu menjalankan tugasnya secara profesional,” ujarnya.

Ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini secara optimal guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Waropen, Adriani Liklikwatil, menyampaikan, pelatihan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada peternak di daerah. Menurutnya, melalui pelatihan ini para paramedik veteriner diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan yang lebih baik kepada masyarakat, sekaligus menunjang pengembangan karier dan peningkatan jenjang kepangkatan.

“Dengan meningkatnya kompetensi, diharapkan para paramedik juga semakin termotivasi dalam bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi peternak di Kabupaten Waropen,” ujarnya.

Pelatihan ini dirancang dengan pola pembelajaran komprehensif yang mencakup 10 hari pembelajaran di kelas dan 4 hari praktik kompetensi di lapangan. Materi yang diberikan meliputi kebijakan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, kode etik paramedik veteriner, peraturan perundang-undangan, pengendalian penyakit hewan menular, higiene dan sanitasi, pengamanan produk hewan, hingga penyusunan laporan kinerja. Selain itu, peserta juga dibekali dengan kemampuan komunikasi serta pengembangan karier untuk mendukung tugas di lapangan.

Kegiatan praktik kompetensi dilaksanakan di beberapa lokasi strategis, antara lain Balai Besar Veteriner Farma Surabaya, Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B di Jabung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Timur, serta Puskeswan Taman Sidoarjo. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam penerapan teknis di lapangan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja paramedik veteriner, sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional dalam mendukung kesehatan hewan, pengendalian penyakit, serta keamanan produk peternakan di wilayah Kabupaten Waropen. Ayu/Catur/BBPPBATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *