Jelang Iduladha, Kementan–Pemkab Tuban Latih Takmir Masjid Terapkan Standar Daging Kurban ASUH

Tuban — Menjelang Hari Raya Iduladha, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bersama Pemerintah Kabupaten Tuban memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam penanganan daging kurban berstandar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan teknis yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban pada 28–29 April 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 takmir masjid dari 13 kecamatan, dengan lokasi pelatihan di P4S Wahyu Utama dan RPH-R Modern Bancar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian, termasuk dalam menjamin keamanan pangan masyarakat.

“Kolaborasi ini sangat penting agar program swasembada pangan dapat berjalan berkelanjutan. Sektor pertanian memiliki keunggulan komparatif yang mampu mendorong perubahan besar bagi bangsa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk mencetak SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka oleh Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto, Selasa (28/4/2026). Ia menyoroti pentingnya penyediaan daging kurban yang tidak hanya halal, tetapi juga aman dan sehat dikonsumsi masyarakat.

Eko Julianto mengungkapkan, dari 87 lapak ayam potong komersial di Tuban, baru sekitar 10 persen yang telah memiliki sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

“Kondisi ini menjadi perhatian serius sekaligus tanggung jawab bersama. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen penyuluh di lingkungannya masing-masing, menyebarluaskan praktik Juru Sembelih Halal (Juleha) kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam pelatihan ini, BBPP Batu menugaskan widyaiswara ahli madya, Eko Saputro, sebagai narasumber utama. Peserta dibekali keterampilan teknis penanganan daging kurban, mulai dari proses boning, cutting, hingga pengemasan secara higienis.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman praktik penyembelihan halal sesuai Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009. Proses penyembelihan harus dilakukan dengan satu kali sayatan yang memutus saluran pernapasan (hulqum), saluran makanan (mari’), serta dua pembuluh darah (wadajain), dan memastikan hewan mati sempurna sebelum penanganan lanjutan.

Sebagai bentuk dukungan, peserta menerima bantuan peralatan seperti pisau sembelih halal, sharpening steel, serta alat pelindung diri berupa sepatu boot antiselip, apron, hairnet, masker, dan sarung tangan.

Salah satu peserta, Komarudin, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensinya.

“Alhamdulillah, pelatihan ini sangat membantu. Saya berharap ke depan bisa mengikuti sertifikasi Juleha dan mendapatkan dukungan pemerintah untuk pembangunan rumah potong ayam yang memenuhi standar NKV dan halal,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap kualitas penanganan daging kurban di masyarakat semakin meningkat, sehingga prinsip ASUH dapat diterapkan secara luas dan memberikan jaminan keamanan, kesehatan, serta kehalalan bagi konsumen. BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *