Blitar – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya percepatan swasembada pangan melalui penguatan pendampingan, monitoring Luas Tambah Tanam (LTT), serta penerapan teknologi pertanian modern di berbagai sentra produksi nasional.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menggelar rapat koordinasi capaian LTT Juli 2026 sekaligus sosialisasi Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Blitar, Selasa (7/7/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, selaku Penanggung Jawab (PJ) LTT Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini dihadiri Kepala BRMP Provinsi Jawa Timur, tim PJ LTT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota dan Kabupaten Blitar, jajaran Kodim 0808, ketua tim kerja, serta para penyuluh pertanian.
Program PM-AAS merupakan model budidaya pertanian modern yang mengintegrasikan mekanisasi, teknologi presisi, efisiensi usaha tani, dan pengelolaan budidaya secara terpadu. Melalui penerapan teknologi tersebut, produktivitas lahan diharapkan meningkat sekaligus mendorong percepatan modernisasi pertanian nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa implementasi PM-AAS menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional. Pemerintah juga terus menyiapkan dukungan benih unggul, sarana produksi, serta pendampingan teknis agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara luas oleh petani.
“Kalau petani sudah merasakan keuntungan yang besar, mereka akan menanam dengan sendirinya. Tidak perlu lagi didorong terus-menerus karena usaha taninya sudah terbukti menguntungkan,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan program peningkatan produksi sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan di lapangan.
“Penyuluh pertanian, UPT Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pendamping harus hadir memberikan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi petani. Pendampingan yang konsisten akan mempercepat peningkatan produktivitas dan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Santi.
Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, menambahkan bahwa pencapaian target LTT dan keberhasilan implementasi PM-AAS memerlukan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, pemangku kepentingan, hingga para petani.
“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mengawal peningkatan luas tanam dan percepatan adopsi teknologi pertanian modern. Dengan pendampingan yang intensif, kami optimistis produktivitas pertanian di Kabupaten Blitar akan terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan swasembada pangan nasional,” ujar Ugik.
Melalui kegiatan ini, BBPP Batu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi program strategis Kementerian Pertanian melalui pendampingan LTT dan percepatan adopsi teknologi PM-AAS. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas lahan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. CTR/DWI/BBPPBATU













