Mempawah – Sebanyak 60 petani milenial yang tergabung dalam Brigade Pangan Kabupaten Mempawah resmi menyelesaikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu pada 6–8 Juli 2026. Kegiatan yang ditutup pada Rabu (8/7) ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia pertanian untuk mendukung percepatan swasembada pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengadopsi inovasi dan teknologi.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas,” tegas Mentan Amran.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pelatihan merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kapasitas petani agar mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian yang semakin dinamis.
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Arsanti.
Pelatihan diikuti oleh enam Brigade Pangan yang terbagi dalam empat angkatan, yaitu Brigade Pangan Mitra Cahaya dari Kecamatan Segedong, Brigade Pangan Sepakat Berjaya dari Kecamatan Jongkat, Brigade Pangan Srikandi dari Kecamatan Mempawah Hilir, serta Brigade Pangan Bukit Bestari, Petani Sejahtera, dan Pesisir Sentosa dari Kecamatan Sungai Kunyit. Kegiatan dilaksanakan secara serentak di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) pada masing-masing kecamatan.
Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai penguatan kelembagaan Brigade Pangan, budidaya tanaman pangan, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), penerapan teknologi pertanian modern, hingga pengelolaan usaha tani yang efektif dan berkelanjutan. Seluruh materi dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mendukung peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan pertanian.
Pada hari terakhir, peserta menyusun rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh di wilayah masing-masing. Evaluasi akhir juga dilaksanakan untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Melalui kegiatan ini, BBPP Batu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas Brigade Pangan sebagai motor penggerak pertanian modern di tingkat lapangan. Diharapkan para lulusan pelatihan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong penerapan inovasi, memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta berkontribusi nyata dalam percepatan pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan. ECHA/DWI/BBPP BATU










