BANYUASIN – Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Tanam CSR 2026 di Desa Karang Petani, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10/2026).
Kegiatan ini mendorong pemanfaatan lahan baru agar segera ditanami. Di lokasi kegiatan, lahan yang telah diolah mencapai 4 hektare, dengan 2 hektare di antaranya ditanami pada gerakan tanam tersebut.
Sementara itu, total lahan CSR di Desa Karang Petani mencapai 97 hektare dan masih dalam proses konstruksi. Pengembangan ini diharapkan dapat menambah luas baku sawah dan meningkatkan kapasitas produksi pertanian di Kabupaten Banyuasin.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Kepala BBPKH Cinagara, Kepala BBRMP Sumatera Selatan, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin, LO LTT Provinsi Sumatera Selatan, Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Kelsi Kelembagaan Petani Pusluhtan, Kelsi Penyuluh Sumatera Selatan, Katimker Kabupaten Banyuasin, Camat Banyuasin III, para kepala desa di Kecamatan Banyuasin III, Lurah Pangkalan Balai, penyuluh pertanian, kelompok tani/gabungan kelompok tani (Poktan/Gapoktan), serta Brigade Pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam dan optimalisasi lahan menjadi langkah penting untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Program CSR menjadi strategi pemerintah dalam memperluas areal persawahan produktif, meningkatkan indeks pertanaman, dan memperkuat ketahanan pangan.
“Pemerintah terus mendorong percepatan tanam dan optimalisasi seluruh potensi lahan pertanian. Lahan yang sudah siap harus segera dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi. Kita harus bekerja bersama, memperkuat koordinasi, dan memastikan program di lapangan berjalan efektif untuk mendukung swasembada pangan nasional,” ungkapnya.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengatasi kendala pengairan, terutama pada lahan persawahan yang masih mengalami kekeringan.
Idha mengarahkan pihak terkait untuk segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mencari solusi pemenuhan kebutuhan air. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kajian pengeboran sumur maupun identifikasi sumber mata air yang berpotensi mengairi sawah.
“Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan air sehingga lahan yang telah dibuka dan diolah dapat dimanfaatkan secara optimal. Ketersediaan air menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan pertanaman, terutama pada lokasi cetak sawah yang menghadapi tantangan pengairan,” jelasnya.
Idha juga menekankan agar Brigade Pangan segera dibentuk di lokasi CSR yang konstruksinya telah berjalan.
“Pembentukan Brigade Pangan sangat penting agar kelembagaan pengelola dan pelaksana usaha tani telah tersedia ketika konstruksi selesai maupun ketika sebagian lahan sudah siap ditanami. Dengan lahan yang telah siap tidak dibiarkan menganggur dan dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya padi,” pungkasnya.
Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso bersama para pemangku kepentingan turut mendukung optimalisasi lahan melalui penguatan koordinasi dan pendampingan di lapangan.
Melalui gerakan tanam ini, Kementerian Pertanian mendorong optimalisasi program CSR di Kabupaten Banyuasin melalui penguatan pengairan, kesiapan Brigade Pangan, dan percepatan pemanfaatan lahan siap tanam.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas areal tanam, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. HSDM













