BATU – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu memperkuat kompetensi generasi muda melalui kegiatan magang mahasiswa di bidang pengolahan hasil peternakan. Salah satunya melalui pendampingan Rani Putri Chantika dan Suci Fadillah, mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Jember, yang menjalani magang pada Agustus–Desember 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mendukung pembangunan pertanian.
“SDM adalah elemen krusial dalam pembangunan pertanian. Kita bertanggung jawab mencetak SDM berkualitas dan kompeten,” ujarnya. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pelatihan berkualitas berperan dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengembangan kompetensi SDM untuk mendukung pembangunan pertanian.
“Akselerasi pengembangan SDM pertanian sangat diperlukan untuk memastikan kesiapan SDM dalam mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Di BBPP Batu, Rani dan Suci mempelajari proses produksi yoghurt, susu pasteurisasi, keju, dan permen susu. Keduanya juga mengenal pemeriksaan bahan baku, pengujian mutu, penerapan prosedur operasional standar (SOP), serta Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Pengalaman ini membantu mahasiswa menerapkan teori perkuliahan dalam praktik kerja nyata.
Rani menyampaikan bahwa magang memberinya kesempatan memahami proses produksi dan pengendalian mutu secara langsung. Sementara itu, Suci menilai pengalaman tersebut meningkatkan pemahaman tentang kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan tanggung jawab di lingkungan kerja.
Ketua Divisi Pasca Panen dan Pengolahan Susu BBPP Batu sekaligus pembimbing magang, Pontjo Tri Andajani, menjelaskan bahwa mahasiswa menjalani praktik kerja lapangan selama lima hingga enam bulan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mereka mempelajari pengendalian mutu mulai dari pemeriksaan bahan baku hingga pengolahan dan pengemasan produk, termasuk memahami titik kendali kritis atau Critical Control Point (CCP).
“Di divisi ini, mereka punya kesempatan untuk melakukan praktik itu berulang kali. Mereka tahu kalau raw material-nya jelek, nanti dampak hasil akhirnya seperti apa,” tutur Pontjo.
Melalui pendampingan dan praktik langsung, BBPP Batu memberikan ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis, analisis mutu, pemecahan masalah, dan kerja sama tim. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa Universitas Jember dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, sekaligus mendukung penguatan kompetensi generasi muda di bidang pengolahan hasil peternakan. BBPP BATU












