SMKPP Negeri Kupang Panen Sayur di Lahan Kering

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada berbagai kesempatan mengungkapkan bahwa pertanian adalah salah satu sektor yang harus tetap bergerak diberbagai situasi dan kondisi terlebih di tengah pandemi, karena masyarakat membutuhkan makanan. “Pertanian harus terus maju, bergerak, bergeliat, dan harus terus berproduksi untuk menyediakan pangan bagi masyarakat,” tutur Mentan SYL.

Adanya ancaman kekeringan karena minimnya curah hujan dan sumber pengairan dibeberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Terlihat sepanjang mata memandang lahan-lahan pertanian kering, tanaman banyak yang tidak mampu berkembang karena terbatasnya air.

Kepala SMKPPN Kupang Stepanus Bulu mengungkapkan, bulan Oktober-Desember merupakan puncaknya musim panas di Kupang. “Hujan akan turun di bulan Januari dan kita akan melihat berbagai komoditas pertanian tumbuh dengan subur”, papar Stepanus.

Tak menyerah pada kondisi yang ada, Stepanus tetap mengajak beberapa rekannya di SMKPP Negeri Kupang untuk tetap menanami lahan-lahan yang ada untuk menanam beberapa komoditas sayuran seperti kembang kol, kubis, cabe serta beberapa buah seperti mangga, pisang dan pepaya. “Lahan-lahan ini biasa digunakan oleh siswa/i untuk kegiatan praktek, namun karena saat ini mereka dipulangkan ke rumahnya dan melaksanakan sekolah secara online maka penanggung jawab dan pengelola lahan  lah yang tetap mengupayakan lahan ini tetap produktif” jelasnya.

Ia pun menjelaskan, selain para pegawai yang menjadi konsumen dari hasil panennya, masyarakat sekitar pun banyak yang membeli sayuran organik hasil panen SMK-PP Negeri Kupang ini. “Hasil produksi sayuran kami tidak banyak, karena terbatasnya air. Tapi kami tetap terus berupaya  untuk produktif dan memberikan sumber pangan seperti sayuran kepada masyarakat di tengah kekeringan ini.
Seperti Kubis organik ini dijual dengan harga Rp. 5000,-/ buahnya. Tak hanya menanam sayur dan buah- buahan, budidaya  hewan ternak seperti sapi dan ayam pun tetap berjalan”, tegas Stepanus.

Baca Juga :   Tahun Ini Desa Organik Ditjenbun Ditargetkan Bersertifikat Semua

Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi yang tak hentinya mengajak seluruh insan pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dalam pandemi Covid-19 salah satunya melalui pemanfaatan lahan pekarangan. “Jangan biarkan sejengkal lahan pun menjadi lahan tidur. Manfaatkan, tanami minimal kita dapat mencukupi kebutuhan pangan dan memenuhi gizi untuk keluarga kita”, tegas Dedi. Leli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *