KWT Maju Jaya Sumenep Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan upaya membangun ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Semua sektor harus mengambil peran. Pemerintah, peneliti, praktisi, pakar pertanian, insan pertanian, penyuluh dan petani harus bersinergi.

“Kita harus memastikan bahwa pertanian tidak boleh terhenti didalam memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk di Indonesia. Bekerjalah dengan semangat mewujudkan kemandirian pangan, saatnya kita menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia” tutur SYL.

Usaha pemanfaatan pekarangan dengan mewujudkan ketahanan pangan keluarga, tengah dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Jaya Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep pada setiap anggota kelompoknya. Kegiatan ini terus disosialisasikan pada setiap pertemuan rutin kelompok, dimana lahan pekarangan yang ada disetiap anggota tergolong banyak banyak dan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Kurangnya kesadaran dan kebersamaan membuat tujuan dari dari pemanfaatan pekarangan tidak akan tercapai.

Tahun 2019 KWT Maju Jaya memperoleh kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep. Hal ini merupakan awal pemantapan kegiatan pemanfaatan pekarangan yang selalu disosialisasikan pada setiap pertemuan untuk mencapai tujuan mulia yaitu mewujudkan ketahanan pagan keluarga bisa tercapai.

“Sampai saat ini kegiatan pemanfataan KRPL terus berjalan sesuai dengan tujuan mewujudkan ketahanan pangan keluarga serta menambah perekonomian anggota kelompok melalui usaha pemanfaatan pekarangan. Selain itu dengan adanya kegiatan ini anggota kelompok bisa gemar mengkonsumsi sayuran dapat meningkatan nilai gizi keluarga yang mana banyak anggota poktan sangat jarang mengkonsumsi sayuran, “ujar Achmad Syarif, Penyuluh Pertanian yang mendampingi dan mengawal petani di Kecamatan Gapura.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa pertanian menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang selalu disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. “Walau dalam kondisi pandemi Covid-19, pertanian jangan berhenti, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan,” tegas Dedi. SYARIF/YENI

Baca Juga :   Implementasi Kurikulum Merdeka, Siswa SMKPP Kementan Berhasil dalam Projek IPAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *