Pandemic Covid-19 Tak Hentikan Petani Grobogan Toreh Prestasi

Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir, tidak menyurutkan para insan pertanian di Kabupaten Grobogan untuk tetap berprestasi. Terbukti, ada 3 kelompok tani (poktan) dan 1 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang menjuarai lomba kelompok tani berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Harus diakui, sektor pertanian merupakan bidang yang paling penting dan harus menjadi perhatian bersama. Utamanya dalam memperbaiki dan mengembangkan sarana prasarana pertanian berbasiskan teknologi. Bahkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo seringkali menyampaikan, sektor pertanian di masa yang akan datang tidak bisa diolah dengan cara yang biasa. Namun harus dikerjakan dengan cara yang serba maju, serba baru dan lebih modern.

Ketiga poktan tersebut antara lain Sri Arum, Desa Jatilor, Kecamatan Godong, yang menjadi juara 1 kategori poktan berprestasi komoditas padi, Poktan Loh Jinawi VIII, Desa Boloh Kecamatan Toroh menjadi juara 1 kategori poktan berprestasi komoditas jagung dan Poktan Tani Makmur Desa Crewek Kecamatan Kradenan kategori poktan berprestasi komoditas Kedelai dan Gapoktan Sekar Arum, Desa Pandanarum, Kecamatan Gabus yang menjadi juara 3 kategori gapoktan berpretasi.

Muslih, ketua poktan Sri Arum Desa Jatilor mengungkap rasa syukurnya, atas capaian poktannya yang berhasil menyabet juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Itu semua karena dukungan semua pihak, sehingga dapat meraih prestasi ini. “Terima kasih kepada PPL, Kepala Desa dan jajaran, Gapoktan, Poktan, Dinas Pertanian Grobogan dan semua pihak yang telah mendorong kami hingga sekarang,” ujarnya.

Mulai kelembagaan, administasi pembukuan, laporan keuangan, adopsi teknologi, penyerapan teknologi informasi, pengolahan panen dan pasca panen, kemitraan dan pengelolaan alsintan menjadi fokus Poktan Sri Arum Desa Jatilor dalam menelurkan dalam sebuah inovasi. Ia mengaku, perjalanan untuk menjadi juara seperti sekarang tidaklah mudah.

Baca Juga :   Mentan SYL Apresiasi Antusias Tinggi Peserta Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol 3 2022

Mulai seleksi tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Namun karena kekompakan pengurus dan anggota, ditunjang dukungan pemerintah desa, PPL dan dinas terkait beban semuanya menjadi ringan. “Tentu kami berharap agar ke depan bisa meningkatkan prestasi lagi hingga tingkat nasional, sehingga dapat mengharumkan nama baik Kabupaten Grobogan,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Poktan Loh Jinawi VIII Desa Boloh, Markum membeberkan kunci dalam menorehkan prestasi ini, yaitu kesabaran dan kekompakan. Diakuinya, SDM di poktan Lohjinawi rata-rata lulusan SD namun mereka mempunyai keinginan kuat untuk lebih baik.

“Kami ingin memberikan inspirasi kepada poktan, gapoktan lain bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk terus berprestasi,” ujar Markum. Tentunya prestasi ini tidak berhenti sampai titik ini namun harus ada keberlanjutan. “Kami tidak akan berhenti berprestasi,meski pandemi pertanian harus berjalan agar bisa menyediakan pangan untuk masyarakat,” tuturnya.

Senada dengan Muslih dan Markum, Ketua Poktan Tani Makmur, Desa Crewek Kecamatan Kradenan, Agus Riyanto mengaku sangat berterima kasih dan senang atas pencapaian prestasi ini. Menurutnya, Poktan Tani Makmur akan terus melakukan inovasi sehingga produksi dan produktivitas meningkat sehingga kesejahteraan petani akan meningkat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Sunanto mengapresiasi capaian 3 poktan dan 1 gapoktan di Kabupaten Grobogan yang berhasil menjadi juara 1 dalam lomba poktan berprestasi komoditas padi, jagung dan kedelai serta gapoktan berpretasi di tingkat provinsi Jawa Tengah.

“Sebagai daerah penyangga pangan utama di Provinsi Jawa Tengah, peran kelembagaan tani sangat penting dalam mendukung program-program pemerintah, sehingga dibutuhkan poktan/ gapoktan yang handal dan berkompeten,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran PPL, POPT dan poktan sangat strategis dalam rangka mengadopsi berbagai inovasi dan teknologi yang berubah sangat cepat. “Era 4.0 ini memiliki banyak sekali peluang dan tantangan, namun kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, tetapi harus menjadi motivasi untuk terus mengikuti perkembangan IT yang sedemikian cepat ,” kata Sunanto.

Baca Juga :   Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Sunanto tak henti-hentinya mengajak semua pihak untuk terus berkarya sehingga pertanian yang menjadi tulang punggung masyarakat di tengah ketidakpastian akibat wabah pandemic Covid-19 tetap eksis dan produktif. “Sekali lagi, kami ucapkan selamat kepada ketiga poktan yang telah menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah, kami berharap untuk terus meningkatkan prestasi lagi sehingga dapat mengharumkan Grobogan,” pungkasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, juga menegaskan meskipun di tengah pandemi COVID-19 sektor pertanian tidak berhenti, bahkan peran Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian.

Optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian ditingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional merupakan tujuan jangka panjang dari Kostratani, sedangkan tujuan jangka pendek Kostratani sebagai pusat informasi data, kelembagaan petani, meningkatkan kapasitas SDM petani dan diseminasi inovasi teknologi. HARMOKO/YENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *