oleh

Raih Jutaan Rupiah, Petani Milenial Banyuasin Sukses Kembangkan Jahe Gajah

BANYUASIN – Pesatnya industri obat-obatan herbal, turut mendorong penggunaan bahan baku seperti jahe mengalami peningkatan. Kementerian Pertanian menilai hal ini sebagai peluang yang dapat dikembangkan para petani milenial.

Erick Arianza, petani Milenial asal kabupaten Banyuasin, yang tak menyia-yiakan peluang pasar jahe. Ia memutuskan untuk membudidayakan jahe gajah sebagai komoditas utamanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan petani milenial memiliki peranan penting dalam membangun daerah.

“Petani milenial berperan penting dalam mendorong pengembangan jejaring usaha di wilayahnya. Saat ini telah terdata lebih dari 2.000 petani milenial yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia,” kata Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menambahkan generasi muda harus memegang peranan sebagai generasi penerus dalam bidang pertanian.

“Indonesia mengalami bonus demografi yang dicirikan dengan dominannya jumlah penduduk usia produktif,” ujar Dedi.

Dikatakannya, milenial merupakan generasi yang akrab dengan inovasi teknologi dan mekanisasi. Untuk itu ia berharap, kelebihan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kemajuan sektor pertanian.

“Generasi milenial tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga memiliki kreativitas dalam segala aspek kehidupan,” tambahnya.

Erick Arianza merupakan alumni SMKPPN Sembawa. Sebagai alumni Pendidikan vokasi dibawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), ia memiliki karakter yang kuat dalam bidang sektor usaha pertanian dan mampu membaca peluang yang ada.

Bermodalkan semangat yang tinggi dan terus mau belajar, ia sukses meraup jutaan hingga puluhan juta rupiah dari hasil budidaya Jahe Gajah.

Kesuksesannya tidak semata dirasakan sendiri. Ia mengajak petani milenial lainnya untuk melakukan kegiatan pertanian terutama budidaya Jahe Gajah, sehingga terbentuklah Kelompok Tani Boksai.

Kelompok Tani Boksai mengolah lahan hampir 15 hektar dengan omset sekali panen Rp5-25juta per hektar lahan.

Baca Juga :   Tanpa Petani dan Penyuluh, Produktivitas Pertanian hanya Mimpi

Erick Arianza mengatakan, ia mempunyai kiat khusus dalam mengolah lahannya.

“Dengan pengolahan tanah yang maksimal dan memakai kohe sebagai pupuk dasar dan selalu menggunakan pupuk organik, maka Insya Allah akan mendapatkan Rimpang Jahe Gajah dengan kualitas sangat baik,” tuturnya.

Hadirnya Erick serta deretan petani serta pengusaha pertanian milenial ini membuktikan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang menjanjikan dan menjadi kebanggaan bagi generasi milenal. SMKPP Negeri Sembawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed