Perkuat Kelembagaan Petani Perkebunan, Disbun Jatim Laksanakan Field Trip ke UPT BPPSDMP

Malang – Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki potensi pengembangan komoditas perkebunan seperti kopi, tembakau, kakao, cengkeh, tebu dan lain-lain. Guna mewujudkan pengembangan kelembagaan petani perkebunan wilayah Provinsi Jawa Timur, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan (field trip) di UPT Pelatihan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan pada 14/03/2023 lalu. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan peningkatan SDM dalam Pelatihan Pengembangan dan Koordinasi Kelembagaan Petani Perkebunan yang berjumlah 100 orang berasal dari 30 kabupaten di Jawa Timur. Komposisi peserta terdiri dari 65 orang petani perkebunan, 35 penyuluh pendamping dan 10 orang petugas Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan.

“Kemajuan pertanian, bukan hanya ditentukan budidaya dan produksi, juga peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan,”tegas Mentan.

Sementara itu Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa SDM pertanian seperti widyaiswara, dosen, petani, penyuluh pertanian, praktisi pertanian lainnya harus terus ditingkatkan untuk menerapkan inovasi teknologi pertanian. Kunci pembangunan suatu bangsa diawali dari pembangunan SDM.
“Kuncinya adalah pembangunan SDM-nya, pendidikannya, pelatihannya, penyuluhnya,” tegas Dedi Nursyamsi.

Kegiatan field trip di BBPP Ketindan, diterima langsung oleh Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor. Turut hadir Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Anik Dwi Nastiti, Subkoordinator Pengawas Alsintan/seksi kelembagaan, Handajani dan Subkoordinator Analis Pasar Hasil Pertanian/Seksi Pengembangan Usaha Perkebunan, Basuki Rahmat.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada BBPP Ketindan yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan berharap kegiatan pelatihan selanjutnya dapat dikerjasamakan kembali,” ungkap Anik Dwi Nastiti dalam sambutannya.

Baca Juga :   HITI: Klaim Biosaka Tekan Penggunaan Pupuk Kimia 50-90% dan Lainnya Perlu Uji Efikasi dan Uji Laboratarium

Sementara itu, Sumardi Noor, selaku Kepala Balai menjelaskan bahwa, “keberadaan poktan maupun gapoktan yang belum memiliki kekuatan hukum seringkali membuat mereka menjadi tidak berdaya apabila menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan usaha karena dianggap tidak memiliki kekuatan di mata hukum”.

Pelatihan yang dilaksanakan 3 hari tersebut, membekali peserta tentang identifikasi masalah dan pemecahan masalah, rencana pengembangan usaha melalui business model canvas (BMC) dan strategi penumbuhan dan pengembangan korporasi. Metode pelatihan disampaikan dalam bentuk ceramah, tanya jawab, curah pendapat, diskusi kelompok/kabupaten dan dilanjutkan dengan presentasi.

Pada hari terakhir dilaksanakan pengisian rencana tindak lanjut (RTL) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari kegiatan pelatihan dan bentuk kesanggupan peserta untuk mengimplementasikan hasil pelatihan secara tertulis.

“Pelatihan ini rencana akan dievaluasi kembali pada November 2023 untuk mengetahui sejauh mana implementasi kegiatan setelah mengikuti pelatihan dengan peserta yang sama”, imbuh Anik Dwi Nastiti disela-sela penutupan pelatihan. Nining Hariyani/ Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *