UPT BPPSDMP Laksanakan Pelatihan dan Magang Kewirausahaan Bagi Petani Milenial

Proyek Integrated Participatory Development Management Irrigation Program (IPDMIP) berakhir pada bulan Maret 2023 ini, namun kiprahnya untuk meningkatkan kompetensi petani khususnya petani milenial di lokasi IPDMIP masih belum surut.

Pada Februari  lalu IPDMIP telah melaksanakan pelatihan kewirausahaan dan magang  bagi 90 orang petani milenial yang tersebar di  37 Kabupaten, 13 Provinsi  di Indonesia yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Peningkatan SDM pertanian tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

“Kalau kita ingin pertanian semakin maju, maka harus diperkuat SDM-nya, pengetahuan dan kemampuan SDM pertanian harus terus ditingkatkan untuk mendukung hal itu,”ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Penyusunan kurikulum menjadi hal penting yang harus dirumuskan sebelum menyelenggarakan pelatihan agar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan”, ungkap Pamela Fadhilah, Deputi Teknis IPDMIP saat Workshop Penyusunan Kurikulum Pelatihan IPDMIP, pada Februari lalu di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten.

Pada kesempatan itu Pamela juga menjelaskan bahwa kegiatan IPDMIP ke depan akan difokuskan untuk mengangkat keberhasilan atau kisah sukses penerima manfaat dari program IPDMIP. “Program IPDMIP mempunyai 3 aspek utama yang menjadi fokus tujuan, yaitu: 1) peningkatan produksi dan layanan; 2) perbaikan akses pasar; 3) peningkatan akses layanan pembiayaan. Oleh karena itu diharapkan melalui program ini semakin banyak Kelompok tani yang dapat mengakses pasar dan memperoleh pembiayaan dari KUR”, tambah Pamela.

“Pengungkit terbesar terhadap peningkatan produktivitas adalah sumber daya manusia pertanian, peningkatan produktivitasnya sekitar 50%”,” ungkap Dedy Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian.

Baca Juga :   Ketersediaan dan Harga Pangan di Kota Bandung Menjelang Puasa Aman

“Pelakunya meliputi Petani, Penyuluh Pertanian, Pusat  Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompoktani, Gabungan Kelompok Tani dan semua Eksekutor Pertanian”, imbuhnya.

Guna mewujudkan hal tersebut, IPDMIP bekerjasama dengan beberapa UPT Pelatihan, BPPSDMP, Kementerian Pertanian menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dan magang bagi petani milenial. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, menjadi salah satu UPT Pelatihan yang dipercaya untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dimana pelatihan telah dilaksanakan selama 5 hari di BBPP Ketindan dan magang selama 8 hari yang dilaksanakan di P4S Yoganik, Probolinggo, Jawa Timur.

“Syarat peserta meliputi: a) Laki-laki/perempuan yang telah mempunyai usaha sendiri atau usaha kolektif yang bergerak di bidang pertanian sebagai ketua/manajer; b) Berasal dari wilayah proyek IPDMIP; c) Usia berkisar antara 18-35 tahun dan dalam keadaan sehat; d) Bersedia mengikuti pelatihan 5 hari dan magang 8 hari hingga selesai yang dinyatakan dalam surat pernyataan; e) Bukan ASN; f) Pendidikan minimal SLTA;  g) Belum pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan/magang Jepang/Korea yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian; dan h) Bersedia bermitra bersama petani di wilayah domisili untuk mengembangkan usaha bersama dalam program IPDMIP”, pungkas Pamela.

Petani milenial dipilih karena mereka memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertanian. Potensi inilah yang perlu digali lebih dalam. Kementerian Pertanian banyak memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan usahanya di bidang pertanian.

“Melalui usaha yang sudah ada, bagaimana kemudian dikembangkan”, ungkap Muhammad Nurul Anwar selaku Konsultan Rantai Nilai IPDMIP. Nining Hariyani/Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *