Aplikasi “BERTANI” Teknologi Terbarukan Bagi Dunia Pertanian

Di era modern saat ini, inovasi dan teknologi menjadi sebuah kebutuhan dalam menunjang berbagai macam kegiatan. Dari pekerjaan maupun aktivitas lain yang biasa dilakukan oleh manusia. Begitu juga dalam dunia pertanian. Masih banyak petani yang tidak bertani secara efektif. Mereka masih bertani secara tradisional sehingga akhirnya banyak kendala yang ditemui. Padahal beberapa petani yang lain telah memiliki praktik atau cara yang baik dalam mengatasi kendala yang dihadapi namun tidak diketahui oleh banyak petani lainnya.

Misalkan dalam hal pengawasan tanaman, hal ini sudah rutin dilakukan para petani. Akan tetapi, tidak ada pencatatan yang baik sehingga susah untuk melakukan penelusuran atau pengecekkan jika terjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi yang dapat membantu para petani agar dapat bertani secara efektif dan cerdas mengatasi kendala yang ditemui setiap saat. Aplikasi ini diharapkan juga dapat digunakan oleh pemerintah daerah maupun para penyuluh pertanian agar dapat mengunjungi dan membantu petani jika mengalami kesulitan.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengembangkan sebuah aplikasi mobile BERTANI yang berisikan informasi-informasi seputar pertanian, seperti informasi deteksi hama dan penyakit melalui smartphone, pemetaan wilayah, data petani, cuaca, pencatatan usahatani, akses permodalan, akses pemasaran, grup diskusi, tanya pakar, cek ternak, data penyuluh, cek kadar nitrogen, go penyuluh, tes tanah dan penyiraman otomatis.

Yang menarik dari aplikasi ini yaitu sudah terkoneksinya teknologi IoT (Internet of Things) yang dapat digunakan untuk memantau keadaan lahan pertanian secara real-time seperti dalam hal penyiraman otomatis, pemupukan dan aplikasi pestisida dengan penjadwalan otomatisasi melalui aplikasi. Di dalam aplikasi ini juga terdapat ruang untuk menganalisis kadar nitrogen dan tes tanah dengan cara yang cepat dimana hasilnya bisa langsung terlihat didalam aplikasi tersebut. Ruang konsultasi mengenai cara budidaya, permodalan dan akses pasar juga sudah tersedia, serta petani dapat langsung terkoneksi dengan penyuluh lapangan jika mengalami kendala di lapangan melalui ruang Go Penyuluh.

Baca Juga :   Pacu Produksi Beras, Kementan Tanam Padi Gogo Integrasi Kelapa di Sukabumi

Dengan adanya aplikasi ini sangat memudahkan petani dalam mencari informasi sehingga nantinya berdampak dalam peningkatan hasil produksi serta dapat menarik minat generasi muda untuk bertani dengan adanya sentuhan teknologi terbarukan.

Target yang ingin dicapai adalah setiap penyuluh mampu mengetahui dan mengaplikasikan setiap elemen aplikasi BERTANI dan penerapannya dilapangan. Bagi para petani yang masih belum melek terhadap teknologi yang berkembang saat ini, dapat difasilitasi oleh penyuluh pertanian dan petani dapat mengakses fungsionalitas atau fitur yang tersedia pada Aplikasi Bertani yang dapat memenuhi kebutuhan petani dalam proses bertani.

Menteri Pertanian ( Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak seluruh insan pertanian untuk terlibat pada kemajuan sektor pertanian, mulai dari hulu hingga hilir. Inovasi teknologi, lanjutnya, mempunyai peran penting dalam pembangunan pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan produksi, mengurangi biaya produksi, serta mampu merespons perubahan lingkungan strategis yang terjadi.

“Bisa dibilang, inovasi teknologi turut meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tegas Mentan.

Sementara itu, menurut Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan, penyuluh dan peneliti adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Bagaimana keduanya bisa membantu petani meningkatkan produksi, daya saing dan kesejahteraan petani.

Ia menilai, saat ini daya saing produk pertanian dalam negeri masih kalah dibandingkan produk negara lain. Terlihat, harga pangan lebih mahal dibandingkan luar negeri, terutama komoditas kedelai dan jagung.

“Guna mengatasi persoalan tersebut, kuncinya adalah peran inovasi teknologi, prasarana dan sarana pertanian, varietas tanaman, pengelolaan lahan dan pemupukan,”kata Dedi Nusyamsi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor, mengatakan bahwa menjawab tantangan teknologi pertanian yang semakin maju dan modern, pemanfaatan aplikasi Bertani, sangat membantu permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi oleh petani di lapangan.

Baca Juga :   Dari Purwakarta untuk Dunia, Produk Olahan Atsiri Raih Omzet 3,5 Milyar/Tahun

“Kami berharap melalui satu sentuhan di aplikasi Bertani, bisa membawa perubahan terhadap kemajuan pertanian yang terbarukan. Terutama untuk petani sebagai garda terdepan bersama penyuluh pembangunan pertanian. Semoga aplikasi ini membawa manfaat yang sangat besar untuk kemajuan pertanian di Indonesia,” tutur Sumardi. Dedy Syathori/ Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *