SAMBAS – Dalam semangat mewujudkan swasembada pangan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bersama para pemangku kepentingan melaksanakan Gerakan Tanam Serentak di Desa Twi Mentibar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gema Membangun Desa, gerakan kolaboratif yang digagas untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian petani di daerah. Aksi ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan program Brigade Pangan, yang berfokus pada peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, dan pemberdayaan petani muda.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya percepatan tanam dalam rangka mendukung program IP 300, yaitu indeks pertanaman tiga kali setahun.
“IP 300 adalah kunci percepatan produksi padi nasional. Jika setiap daerah mampu menanam tiga kali setahun, swasembada pangan bukan hanya mimpi, melainkan kenyataan,” tegas Mentan.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keberhasilan percepatan tanam sangat bergantung pada sinergi antara petani dan penyuluh.
“Penyuluh pertanian dan petani adalah ujung tombak swasembada pangan. Dengan dukungan teknologi, pendampingan, serta program IP 300, kita bisa mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Acara dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Akhmad Musyafak, Kepala BBPP Batu Roby Darmawan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Florentinus Anum, serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas Apriadi. Turut hadir pula perwakilan DPRD Kabupaten Sambas, Camat Selakau, Kapolsek Selakau, Dandim Sambas, Kepala Desa Twi Mentibar, para penyuluh pertanian, dan Babinsa Kecamatan Selakau.
Dalam sambutannya, Akhmad Musyafak menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Gerakan tanam serentak ini bukan sekadar simbolis, tetapi langkah strategis dalam meningkatkan indeks pertanaman menuju IP 300, sehingga petani bisa panen hingga tiga kali setahun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPP Batu Roby Darmawan, yang juga ditunjuk sebagai Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan di tiga wilayah Kalimantan Barat, yaitu Kapuas Hulu, Kubu Raya, dan Singkawang, menekankan pentingnya transformasi pertanian melalui penerapan teknologi dan inovasi.
“BBPP Batu hadir mendampingi petani untuk beralih dari cara tradisional menuju pertanian modern berbasis mekanisasi. Dengan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pelatihan yang berkelanjutan, kita optimistis produktivitas dan kesejahteraan petani akan meningkat,” jelasnya.
Melalui Gerakan Tanam Serentak ini, pemerintah berupaya mewujudkan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Pelaksanaan tanam serentak diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan hasil panen, mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif, serta menekan serangan hama dan penyakit melalui panen serempak. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil dan efisiensi usaha tani.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun pertanian yang tangguh, modern, dan berdaulat menuju terwujudnya swasembada pangan nasional. Hardi/BBPPBATU













